Orang Tua Dagang Sayur, Anak Lulus Akpol 2021

Metro-356 hit 14-08-2021 23:52
Fakhriz Putra R, saat bersama kedua orang tua dan saudaranya beberapa waktu lalu di rumahnya di Payakumbuh. (Dok : Istimewa)
Fakhriz Putra R, saat bersama kedua orang tua dan saudaranya beberapa waktu lalu di rumahnya di Payakumbuh. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Payakumbuh, Arunala - Fakhriz Putra R, anak seorang pedagang sayur di Payakumbuh, Yusrizal Bulkaini, dan ibu bernama Arliza Ardi, lulus menjadi taruna Akademi Kepolisian Tahun 2021.

"Alhamdulillah, Fakhriz diterima menjadi Taruna Akpol tahun 2021. Ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan baik bagi saya maupun keluarga besar, saya langsung bersyukur kepada Allah," kata Yusrizal Bulkaini ketika dihubungi media, Jumat (13/8).

Menurut dia, sang buah hati lulus jadi taruna Akpol bersama lima orang putra/putri dari Sumbar ikut seleksi pada beberapa hari lalu di Semarang.

Baca Juga

"Dari enam orang ikut seleksi Akpol di Semarang, Fakhriz bersama empat orang lain diterima jadi taruna Akpol 2021," kata dia.

Fakhriz Putra sudah tiga kali mengikuti seleksi Akpol, namun baru kali ini diterima menjadi taruna Akpol. Fakhriz alumni SMA Cendikia Agam tahun 1999 keinginan masuk Akpol sangat besar.

"Sang buah hati sempat menjadi mahasiswa di UNP jurusan manajemen, karena diterima jadi taruna Akpol, ia lalu meninggalkan bangku kuliah," jelas Yusrizal.

Dia menyatakan, tak terbayang anaknya lulus menjadi taruna Akpol tahun 2021, dimana seleksi begitu ketat untuk bisa lulus dan diterima jadi Akpol.

"Saya menyarankan pada sang buah hati, agar ikut saja seleksi melalui jalur Bintara Polisi, namun keinginan dia begitu kuat masuk Akpol," sebut dia.

Yusrizal menyebutkan, seleksi masuk Akpol sangat transparan, dimana setiap tahapan seleksi hasilnya dikeluarkan pihak panitia seleksi.

"Saya tahu dari anak, sering melihatkan hasil setiap kali ujian saringan masuk Akpol mulai dari Sumbar hingga di Semarang," ungkap dia.

Untuk menjadi seorang polisi kebanyakan masyarakat atau bahkan orang tua berpikir akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Bahkan tidak heran karena mindset itu, membuat sejumlah orang mengubur cita-cita untuk menjadi seorang polisi.

"Tidak benar untuk lulus menjadi Akpol harus mengeluarkan uang besar, saya sepersenpun tidak ada memberikan uang pada panitia seleksi agar sang buah hati lulus menjadi taruna Akpol," tegasnya.

Yusrizal berharap, setelah Fakhriz lulus Akpol dan dilantik menjadi perwira polisi, agar menjadi perwira yang berbudi bakti wira utama dan membanggakan keluarga, agama serta bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan, ada lima orang dari Sumbar lulus menjadi taruna Akpol tahun 2021.

"Lima orang itu dari berasal Padang, Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, Kota Solok," kata dia. Menurut dia, lima orang tersebut mengikuti ujian seleksi Akpol berjenjang, mendaftar di masing-masing daerah di Sumbar.

"Pendaftar calon taruna Akpol mengikuti seleksi di Polda Sumbar, kemudian dilanjutkan ujian seleksi pusat di Semarang," ungkap dia.

Sebelumnya terdapat 274 orang mengikuti seleksi di Polda, dari jumlah tersebut 255 terverifikasi. Selanjutnya bebarapa kali tahapan seleksi, terpilih enam orang yakni lima orang putra dan satu orang putri.

"Dari enam orang ikut seleksi calon taruna Akpol tahun 2021, lima orang dinyatakan diterima menjadi calon taruna Akpol, yakni empat putra, satu putri," jelas Satake.

Komentar