Pemprov Sumbar Siapkan Kembangkan BRT di Dua Kawasan Aglomerasi

Metro- 28-02-2026 09:06
Gubernur Mahyeldi pimpin rakor kepala daerah di Kota Bukittinggi membahas pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT), Jumat (27/2/2026). IST
Gubernur Mahyeldi pimpin rakor kepala daerah di Kota Bukittinggi membahas pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT), Jumat (27/2/2026). IST

Bukittinggi, Arunala.com - Pemprov Sumbar tengah menyiapkan skema pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT) di dua kawasan yang memiliki aktivitas tinggi antarwilayah di Sumbar.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2/2026).

Dua kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan BRT adalah kawasan Palapa (Padang--Lubuk Alung--Pariaman) dan kawasan Bukapalipatar (Bukittinggi, Agam, Padangpanjang, Payakumbuh, Limapuluh Kota, dan Tanahdatar).

"Rencana ini sudah kami sampaikan kepada Menteri Perhubungan dan mendapat tanggapan yang baik. Kajian dan perencanaannya juga sudah kita siapkan," ujar Mahyeldi.

Menurutnya, angkutan umum massal yang memiliki standar layanan tinggi dan terintegrasi antarwilayah sudah menjadi kebutuhan di Sumbar. Banyak warga yang setiap hari bepergian untuk bekerja, sekolah, berdagang, maupun berwisata.

Selain itu, dengan adanya ini, Mahyeldi meyakini akan dapat meningkatkan konektivitas, mengurangi kemacetan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Sumbar

"Kita ingin perjalanan antarwilayah lebih lancar, mengurangi kemacetan, serta membuat transportasi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," jelasnya.

Untuk kawasan Bukapalipatar yang cakupan cukup luas, pengembangan akan dilakukan bertahap. Pada tahap awal, fokusnya adalah layanan Trans Paliko yang melayani rute Payakumbuh--Limapuluh Kota.

Sementara di kawasan Palapa, layanan BRT akan menghubungkan sejumlah jalur penting dan terintegrasi dengan terminal serta simpul transportasi lainnya.

Diperkirakan, potensi penumpangnya bisa mencapai lebih dari 1,6 juta orang per tahun.

Mahyeldi menegaskan, guna mensukseskan rencana ini, butuh dukungan dan komitmen dari seluruh pemerintah daerah yang wilayahnya termasuk dalam rencana pengembangan.

"Kita ingin ini berjalan bertahap dan terencana dengan baik, supaya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," katanyanext

Komentar