Padang, Arunala.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala POM, Martin Suhendri, melakukan pengecekan pangan di pusat pabuko sebagai bagian dari program intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Besar POM di Padang dengan dukungan Wakil Wali Kota Maigus Nasir beserta jajaran pemerintah daerah di sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Padang.
Martin Suhendri menjelaskan bahwa pengawasan telah dilakukan di beberapa daerah.
Di Kota Solok dilakukan pengambilan 25 sampel dan seluruhnya memenuhi syarat. Di Padangpariaman diambil 30 sampel, juga seluruhnya memenuhi syarat.
"Selanjutnya di Kota Pariaman sebanyak 27 sampel dinyatakan memenuhi ketentuan, serta di Pesisir Selatan sebanyak 25 sampel dengan hasil serupa," jelas dia.
Untuk Kota Padang, lanjut dia, pihaknya menargetkan pengambilan 20 hingga 25 sampel.
"Hingga saat ini hasilnya masih dalam proses karena pengujian dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling yang juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat," tutur Martin.
Menurutnya, selain menyasar pusat pabuko, Badan POM juga melakukan pengecekan ke distributor bahan pangan dan retail, mulai dari swalayan besar hingga toko kecil di daerah.
"Hal ini dilakukan mengingat permintaan pangan cenderung meningkat selama Ramadan hingga Lebaran," jelas dia.
Dalam pengawasan tahun ini, dari 26 sarana yang telah dikunjungi ditemukan dua produk yang tidak memenuhi ketentuan, yakni permen impor asal Malaysia dan satu produk susu dengan tanggal kedaluwarsa (expired date) yang telah lewat.
Produk tersebut langsung diamankan dan masyarakat diimbau untuk lebih teliti sebelum membeli. Menjelang Lebaran, Badan POM juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap parsel.
Pihaknya mengimbau para pelaku usaha agar tidak memasukkan produk dengan masa kedaluwarsa yang terlalu dekat dengan hari raya.
Minimal masa kedaluwarsa yang disarankan adalah tiga minggu setelah Lebaran, guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakatnext


Komentar