.
Ia mengatakan penilaian lainnya, rancangan busana memakai wastra Kota Padang minimal 30 persen. "Ada batik Minangkabau, batik tanah liek, batik kajang padati, sulaman, bordir dan songket," tuturnya.
Fomal mengatakan penilaian lainnya juga mencakup presentasi dan penampilan model yang memamerkan koleksi. Para juri akan memperhatikan ekspresi wajah, gerakan, dan sikap panggung para model.
"Kemampuan mereka untuk menampilkan busana dengan percaya diri, memahami visi desainer, dan mengomunikasikan koleksi pesan juga menjadi pertimbangan dalam penilaian," tukas suami dari artis Fikoh Lida ini.
Diketahui, Padang Young Modest Fashion Design Competition 2024 ini dibuka oleh Asisten I Setko Padang Edi Hasymi. Para finalis mempertunjukkan busana rancangan mereka di atas runway di hadapan dewan juri.
Menariknya, para Kepala OPD dan Camat juga berkesempatan runway dengan memperagakan wastra Kota Padang. (*)


Komentar