56 Rumah Warga di Nagari III Koto Terendam, Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Metro- 08-05-2024 09:27
Bupati Tanahdatar Eka Putra meninjau lokasi bencana banjir dan air bah di Nagari III Koto pada Selasa (7/5/2024) sore. Prokopim Tanah Datar
Bupati Tanahdatar Eka Putra meninjau lokasi bencana banjir dan air bah di Nagari III Koto pada Selasa (7/5/2024) sore. Prokopim Tanah Datar

Tanahdatar, Arunala.com--Sebanyak 56 rumah warga Nagari III Koto terdampak bencana banjir dan air bah. Musibah ini dipicu adanya hujan lebat yang mengguyur wilayah Nagari III Koto dan sekitarnya yang terjadi Senin (6/5/2024) sore. Akibatnya air yang diperkirakan berasal dari bukit Tambasi melimpah dan menghantam beberapa rumah warga yang ada di bawahnya.

"Bencana banjir dan air bah ini terjadi sekitar pukul 20.00 Senin (6/5/2024) dan merendam 56 rumah warga yang ada di Nagari III Koto. Dan menyebar di enam jorong yaitu Jorong Pasir Jaya, Jorong Guguak Jambu, Jorong Gantiang, Jorong Aua Sarumpun, dan juga Jorong Bonai," kata Wali Nagari III Koto Willy Adha sebagaimana dilansir laman Facebook Prokopim Tanah Datar.

Ia mengatakan kerugian akibat bencana banjir dan air bah ini diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Itu karena ada rumah warga yang berjualan dan dagangannya hanyut terbawa arus air.

"Selain itu, juga ada beberapa rumah yang dam nya roboh. Dan ada juga beberapa lahan sawah dan kolam ikan milik warga yang juga ikut terdampak akibat bencana banjir dan air bah tersebut," ungkapnya.

Kalaksa BPBD Tanahdatar dr Ermon Reflin mengatakan dalam rangka penanggulangan bencana pihaknya dibantu masyarakat dan pihak terkait lainnya telah melakukan evakuasi.

"Setelah mendapat laporan dari wali nagari dan camat, kami tadi malam langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Dan dilanjutkan dengan pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak dan saat ini semuanya telah selesai," sampainya.

Sementara Bupati Tanahdatar Eka Putra meninjau lokasi bencana banjir dan air bah tersebut pada Selasa (7/5/2024) sore. Dengan adanya bencana banjir dan air bah ini Pemkab Tanahdatar langsung melakukan kajian dan meninjau dari mana sumber air ini datang sehingga merendam rumah-rumah warga.

"Kita akan cek menggunakan drone untuk mengetahui dari mana sumber air ini datang. Saat ini kami juga sedang mengkaji, apa penyebab terjadinya bencana ini, apakah memang debit air yang tinggi atau sebab lainnya kita belum tahu. Jadi kita sedang melakukan kajian, baru nanti bisa kita lakukan tindakan yang pas untuk mengantisipasinya," terangnyanext

Komentar