Ia menyebutkan beberapa korban ini sudah dibawa ke rumah sakit termasuk RS Bhayangkara. "Tadi ada lima korban terdaftar di RS Bhayangkara Padang. Tapi sebagian di antaranya ada di Bukittinggi, Tanahdatar, Padangpanjang dan Padangpariaman," sebut Kapolda.
Ia menekankan pihaknya akan terus mengupdate dan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. "Karena ini perintah dari pusat, tentu adanya operasi kemanusiaan," katanya.
Melihat situasi sore yang masih mendung dan akan turun hujan, kata Kapolda, pihaknya akan mendeteksi kalau ada banjir atau tanah longsor di sekitar sini. "Kami akan tetap koordinasikan dengan pihak BMKG dan unsur lain," ucapnya.
Ia mengatakan polisi dan petugas terkait lainnya akan terus mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin agar pergerakan masyarakat dan pengendara tidak semakin lama terhambat akibat musibah banjir bandang.
Ia tidak menampik bahwa secara langsung atau tidak langsung kegiatan masyarakat, pergeseran sembako, lalu lintas, kebutuhan ekonomi akan terganggu.
“Berkaitan dengan itu, banyak arus lalu lintas yang pasti simpul kemacetan akan muncul, karena ada penutupan badan jalan, dan memang ada jalan yang benar-benar sudah tidak bisa dilalui, sehingga ada pengalihan arus lalu lintas untuk dari dan ke Padang-Bukittinggi via Padangpanjang, itu tertutup total,” katanya.
"Jalur dialihkan via Malalak, itu pun kerawanannya adalah longsor, karena Malalak memang juga hujan terus menerus rawan longsor. Sampai saat ini kami upayakan arus lalu lintas di Malalak bisa dilalui, informasi Dirlantas sudah bisa dilalui, tapi pasti belum optimal, masih licin,” katanya.
Dirinya meminta masyarakat untuk mengetahui perkembangan terkini terkait jalan Padang-Bukittinggi. “Saat ini, jalur Malalak bisa dilalui, tapi licin, belum optimal, tetap saja bertahan untuk tidak bepergian melalui jalur yang disampaikan,” tukasnya. (*)


Komentar