BMKG: Rentetan Getaran Gempa Dangkal Picu Banjir Lahar Hujan di Sumbar

Metro- 13-05-2024 08:44
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan bencana hidrometeorologi Sumatera Barat saat konferensi pers secara virtual, Minggu (12/5/2024). Tangkapan layar kanal YouTube Info BMKG
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan bencana hidrometeorologi Sumatera Barat saat konferensi pers secara virtual, Minggu (12/5/2024). Tangkapan layar kanal YouTube Info BMKG

.

Sementara Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan satu bulan terakhir periode April-Mei, aktivitas gempa kerak dangkal-sesar aktif (shallow crustal earthquake) terpantau sangat aktif di Sumatera Barat.

Selama periode tersebut, di daratan Sumbar terjadi gempa dangkal lebih dari 35 kali gempa dengan rata-rata berkekuatan tiga magnitudo. "Ini terjadi cukup banyak. Dan kebanyakan berada pada jalur sesar Sumatera," tuturnya.

Ia menjelaskan wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar dan Kota Padangpanjang mengalami curah hujan yang tinggi. Dan memiliki tingkat aktivitas kegemparan yang tinggi

“Zona ini dilanda curah hujan 74,9 mm per hari. Artinya termasuk kategori hujan lebat berdasar catatan di Staklim Sicincin Sumbar," ungkapnya.

Dengan kondisi itu, tutur Daryono, sehingga penting untuk mewaspadai dampak ikutan gempa. "Yakni longsoran, runtuhan batuan, dan banjir bandang jika longsoran menyumbat daerah aliran sungai," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Basarnas Abdul Malik menyebutkan sudah 37 korban ditemukan dan sudah dinyatakan meninggal dunia akibat banjir lahar hujan melanda.

Dia merinci, 19 orang dari 37 korban tersebut merupakan masyarakat Kabupaten Agam, 9 orang dari Tanahdatar, 7 korban dari Padanpariaman dan 2 masyarakat Kota Padangpanjang. "35 orang sudah teridentifikasi dan 2 lagi masih dalam proses," katanya.(*)

Komentar