Dwikorita: Kondisi Geografis Sumbar Unik

Metro- 13-05-2024 19:27
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan pihak lainnya rapat membahas kondisi rawan di zona merah Gunung Marapi di Padang, Senin (13/5/2024). (dok : sumbarprov.go.id)
Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan pihak lainnya rapat membahas kondisi rawan di zona merah Gunung Marapi di Padang, Senin (13/5/2024). (dok : sumbarprov.go.id)

Padang, Arunala.com - Masyarakat yang tinggal di zona merah salingka Gunung Marapi, yakni Agam, Tanahdatar dan Padangpanjang agar menghindari daerah itu untuk sementara waktu.

"Pasalnya, zona merah yang ada di salingka gunung ini masuk daerah rawan bencana seperti banjir dan longsor," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyledi disela-sela pertemuan dengan Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati di Istana Gubernur Sumbar, Senin (13/5/2024).

BMKG, kata Mahyeldi, secara rutin menyampaikan perkiraan cuaca kepada kita, termasuk di tengah situasi saat ini, maka masyarakat kita minta terus waspada.

Terutama sekali yang berada di zona merah seperti di sepanjang daerah aliran sungai, di dekat tebing perbukitan, dan lain-lain di kawasan Agam, Tanahdatar, dan Padang Panjang, dan tempat lainnya di Sumbar.

Untuk saat ini potensi banjir lahar dingin karena erupsi Gunung Marapi masih sangat besar dan dapat mengancam keselamatan masyarakat di zona merah tersebut," ucapnya.

Mahyeldi berharap, dengan menghentikan aktivitas di kawasan tersebut, maka potensi dampak banjir lahar dingin sebagaimana yang terjadi pada sepekan terakhir di Sumbar, akan dapat terminimalisir.

"Kami dari Pemprov Sumbar selalu berkoordinasi dengan BMKG dalam hal potensi dan prediksi cuaca ke depan," tukas dia.

Selain itu, lanjutnya, koordinasi dengan pemerintah pusat terkait juga kita lakukan untuk memulihkan dampak banjir dan longsor sepekan terakhir, terutama sekali dampak kerusakan jalan nasional, dampak korban jiwa dan luka-luka yang timbul, dan lain sebagainya.

Sementara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, Sumbar adalah salah satu provinsi paling siap dan paling tangguh dalam mitigasi bencana.

Namun di sisi lain, Sumbar terbilang unik karena tidak memiliki zona musim, di mana pola hujannya dikontrol oleh curah hujan tahunan, dan nyaris tidak memiliki musim kemarau.

"Karena provinsi ini berada pada kondisi geografis yang unik, di mana ia menghadap ke Samudera Hindia yang luas, serta membelakangi Bukit Barisan yang tinggi. Oleh karena itu, hujannya hampir terjadi sepanjang bulan. Kita lihat, sampai sekarang musim hujannya belum berhenti, erupsi Marapi juga belum berhenti, sehingga potensi banjir lahar dingin masih tetap ada," ucap Dwikoritanext

Komentar