Mitigasi Bencana Lahar, BMKG Dukung Bangun Sabo Dam di DAS Sekitaran Marapi

Metro- 17-05-2024 07:35
Pemaparan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat Rapat Khusus Penanganan Bencana Banjir Lahar Dingin Marapi di Balai Sidang Istana Bung Hatta, Kamis (16/5/2024). Kominfo Padang Panjang
Pemaparan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat Rapat Khusus Penanganan Bencana Banjir Lahar Dingin Marapi di Balai Sidang Istana Bung Hatta, Kamis (16/5/2024). Kominfo Padang Panjang

.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas. Tetap waspada. Kami dari BMKG akan melaporkan peringatan dini setiap jamnya baik itu hujan ekstrem maupun hujan biasa," tukasnya.

Sementara PPK OP SDA II Balai Wilayah Sungai Sumatera V Kementerian PUPR Syatriawan, menjelaskan setidaknya ada 25 sungai yang mengalir dari atas Gunung Marapi. Sejauh ini, baru ada 2 sabo dam yang dibangun, yakni pada aliran sungai di Bangkahan, Kabupaten Tanahdatar dan Canduang, Kabupaten Agam.

"Kalau dari peninjauan kemarin kita butuh 25 lagi. Satu aliran (sungai), satu unit sabo. Ditambah (yang sudah ada) di Bangkahan dan Malana tadi 2 sabo, jadi 27 totalnya," kata Syatriawan.

Menurut Syatriawan, berdasarkan rencana awal, 25 sabo dam tambahan itu akan rampung dibangun pada 2025 mendatang. Dari 2 sabo dam yang sudah ada saat ini, ia melanjutkan, kapasitasnya memang terbilang masih kecil. Hanya bisa menampung material vulkanik kurang dari 30 ribu meter kubik.

"Ya ini akan dikaji lagi nanti, di desain ini karena kelihatan dengan yang kita bangun ini (kapasitasnya) cuma 30 ribu (meter kubik). Ya dibilang tidak bermanfaat, sangat bermanfaat sebetulnya. Tapi untuk ke depan akan tambah lagi yang lebih besar, ditingkatkan, kapasitasnya akan kita tingkatkan," tukasnya. (*)

Komentar