Tanahdatar, Arunala.com--Bencana alam banjir bandang lahar dingin yang melanda kawasan Lembah Anai pada Sabtu (11/5/2024) membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Selain kerugian nyawa dan materi, putusnya ruas Jalan Nasional Padang-Bukittinggi juga mempengaruhi ekonomi masyarakat.
“Dari diskusi dengan pemilik usaha makan Uni Evi di Sicincin, pendapatannya menurun sampai 50 persen. Mereka pun berharap, agar jalan nasional dapat segera difungsikan kembali," kata Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unand, Prof Werry Darta Taifur SE MA saat turun ke lapangan bersama Tim Tanggap Bencana pada 17-18 Mei.
Selain itu menurutnya, ada beberapa peralatan tanggap darurat yang diperlukan untuk membantu masyarakat korban bencana. Di antaranya genset bensin 5500 watt x 2 buah, mesin pompa air 3 inch (Bensin) x 1 buah, mesin cuci jet cleaner tekanan 200 bar bahan bakar bensin x 2 buah.
Kemudian tenda posko 4x6 meter bahan D300x2 buah, kabel roll 25 meter visicom stop kontak x 4 buah. Dan lampu sorot LED 500 watt plus tripod x 5 buah.
"Serta dibutuhkan pula biaya operasional mesin. Rinciannya satu hari membutuhkan 45 liter pertamax/pertalite per mesin, dan untuk 3 mesin (genset, pompa air, dan mesin cuci jet cleaner)," ungkap Prof Werry.
Dengan adanya upaya ini, Werry berharap masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam yang terjadi. Masyarakat juga diajak untuk turut serta membantu melalui donasi atau bentuk bantuan lainnya yang dapat meringankan beban korban bencana.
"Pentingnya solidaritas dan kerja sama semua pihak dalam menghadapi situasi darurat ini, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efisien," kata Prof Werry.
Diketahui, tim dikirim Unand ke lokasi bencana terdiri dari tim dokter dari Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Unand, tim perawat dari Fakultas Keperawatan, tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Unand dan Fakultas Farmasi, serta tim Fakultas Tekniknext


Komentar