Seniman Sumbar 'Gelitik' Pemprov, Seni Pertunjukan Mau Dibawa Kemana?

Metro- 25-05-2024 19:36
Para pembicara berikan paparan dalam diskusi budaya yang diadakan FPS Sumbar, di galeri seni rupa Taman Budaya Sumbar, Sabtu sore (25/5/2024). (dok : arunala.com)
Para pembicara berikan paparan dalam diskusi budaya yang diadakan FPS Sumbar, di galeri seni rupa Taman Budaya Sumbar, Sabtu sore (25/5/2024). (dok : arunala.com)

Padang, Arunala.com - Sejumlah seniman dan budayawan yang tergabung dalam Forum Perjuangan Seniman (FPS) Sumbar kembali menggelar diskusi kebudayaan, di Galelri Seni Rupa Taman Budaya Sumbar, Sabtu sore (25/5/2024).

Diskusi budaya yang menghadirkan pembicara Abdulah Khusairi dan Nasrul Azwar itu mengangkat topik seni pertunjukkan dan pertunjukan seni.

Dalam paparannya, Azwar Nasrul menjelaskan diskusi budaya yang diadakan hari ini bisa menghasilkan nilai konkret untuk perkembangan seni pertunjukan para seniman dan budayawan Sumbar ke depan.

"Meski hal itu akan berhubungan dengan pengambil kebijakan baik eksekutif dan para anggota dewan nantinya, ini bisa mempercepat proses eksekusi dari buah pemikiran yang diformulasikan melalui diskusi budaya ini," ungkap Nasrul Azwar.

Dia juga menyinggung salah satu isi RPJP Sumbar, menyangkut Kebudayaan, tapi targetnya membahas Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK).

"Menurut saya pribadi, target dari tolak ukur IPK itu jelas 'memukul' kita sebagai seniman dan budayawan, sementara berbicara fasilitas untuk seni pertunjukan dan pertunjukkan seni para seniman Sumbar jauh dari konsep RPJP itu," tukas Nasrul Azwar.

Untuk itu, dia mengajak para seniman dan budayawan Sumbar bisa mem-presure bagaimana pihak-pihak eksekutif dan legislatif untuk menyikapi keresahan para seniman dan budayawan Sumbar ini, misalnya terhadap gedung pada Taman Budaya Sumbar yang terbengkalai ini.

Hal lain disampaikan Nasrul Azwar, dengan teriakan-teriakan para seniman dan budayawan tentang konsisten-konsisten kebudayaan.

"Disini apa yang kita bangun dengan konsisten itu dengan kondisi fasilitas yang dinilai tidak menghormati terhadap karya-karya kesenian," tukasnya.

Pembicara lainnya, Abdullah Khusairi melihat, bagaimana ruang seni budaya dan ruang seni teater para para seniman dan budayawan Sumbar saat ini.

"Apakah mengacu pada sebuah gerakkan untuk memperjuangkan itu, saya rasa belum, karena kita masih berlengah-lengah dengan eksperimental kita sendiri," ucap Abdulah Khusairinext

Komentar