.
Dilanjutkan dengan rekonstruksi jalan nasional yang terban di kawasan Lembah Anai dengan pembangunan fly over dari Air Terjun Lembah Anai ke Silaing serta percepatan pembangunan fisik fly over Sitinjau Lauik.
"Semua ini merupakan jalan yang sangat rawan bencana. Perlu dilakukan segera sehingga akan menjadi penyempurnaan pembangunan jangka panjang untuk Sumbar. Serta pengurangan terjadinya bencana, kecelakaan bahkan kemacetan," ulasnya.
Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof Dr Ir Musliar Kasim MS yang memoderatori kegiatan ini menyampaikan, optimistis jalan tol akan terealisasi karena dukungan dari bupati dan wali kota. "Namun program-program apa yang akan dilakukan ini harus dimatangkan, mengingat ini semua menyangkut masyarakat banyak," ungkapnya.
Plh Wako Padangpanjang Winarno menyampaikan, terkait beberapa jalan putus akibat banjir bandang, saat ini Pemko Padangpanjang sudah banyak melakukan upaya, seperti membangun jembatan sementara.
"Terkait banjir ini dampak besar yang dialami Padang Panjang adalah ekonomi masyarakat menurun drastis. Karena jalan penghubung dari Kota Padang ke Padangpanjang putus total. Banyak kuliner Padangpanjang saat ini tutup. Jadi untuk pembangunan fly over yang diusulkan tolong disegerakan mengingat Padangpanjang saat ini sudah seperti kota mati," jelas Winarno.
Terkait jalan tol, tambahnya, Pemko siap untuk pelaksanaannya. Namun ada beberapa permintaan khusus terkait hal ini. "Harus ada akses masuk maupun keluar (exit tol) untuk Padangpanjang mengingat pembangunan ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi kota," ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan pihaknya membutuhkan kajian dan saran dari para akademisi untuk penanggulangan bencana di daerah. "Diskusi seperti ini yang sangat kami tunggu-tunggu karena baru kali ini diskusi yang dihadiri langsung oleh seluruh akademisi se-Sumatera Barat, ini sangat luar biasa," katanya.
Bupati juga berharap, dari diskusi yang dilakukan ini nantinya akan ada kajian, masukan dan saran dari para akademisi, sehingga langkah ke depan yang akan diambil sudah ada kajiannya.
"Sedikit gambaran, pada hari ke 13 pascabencana alam banjir bandang dan longsor yang kami alami, kami masih melakukan pencarian 10 warga kami yang masih hilang dibantu oleh Basarnas, TNI, Polri, relawan dan masyarakat. Untuk itu, Saya mewakili seluruh masyarakat Tanahdatar mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak kepada kami," tukasnya. (*)


Komentar