Pasaman Barat, Arunala.com--Gerakan penanaman pohon atau program penghijauan merupakan upaya penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Kegiatan ini membantu melestarikan lingkungan, memulihkan kerusakan sumber daya alam (SDA) dan menjaga keseimbangan ekosistem.
"Cuaca saat ini tidak bisa diprediksi. Pemkab Pasaman Barat telah memetakan daerah rawan bencana untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi. Namun, terkadang terjadi perubahan fenomena alam yang tidak dapat kita prediksi. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan upaya kita bersama untuk melestarikan lingkungan dan memulihkan kerusakan sumber daya alam yang banyak terjadi akibat kerusakan ekosistem," ujar Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto saat penanaman pohon bersama di DAS Batang Sikabau yang diadakan PT Bakrie Pasaman Plantations, ebagaimana dilansir dari laman Facebook Dinas Kominfo Pasaman Barat, Selasa (11/6/2024).
Ia mengatakan banyak aliran sungai yang mengalami dampak negatif, sering meluap saat hujan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat dan ekonomi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat, karyawan PT BPP untuk bersinergi dalam melestarikan alam.
"Ini menjadi permasalahan bagi kita semua, terutama Pemkab Pasbar. Karena apa pun yang terjadi di jorong, nagari, dan kecamatan, Pemkab Pasbar bertanggung jawab dalam memperbaiki sistem kinerja dan tata kelola pemerintahan. Mari bersama-sama bersinergi untuk jangka panjang dalam program penghijauan guna menjaga kelestarian alam," ajak Risnawanto.
Ia mengapresiasi kegiatan penanaman pohon di daerah konservasi PT Bakrie Pasaman Plantations (BPP) dan menyebutkan Pemkab juga akan ikut serta dalam kegiatan konservasi hijau untuk melestarikan alam.
Ia juga mengimbau kepada jorong, nagari, dan kecamatan agar menyosialisasikan kepada masyarakat agar pohon di daerah aliran sungai tidak ditebangi dan dimanfaatkan untuk area pertanian. Ini supaya daerah aliran sungai ini terjaga ekosistemnya yang dapat menahan air agar tidak terjadi banjirnext


Komentar