Bank Nagari Berikan Relaksasi Bagi Debitur Terdampak Bencana Banjir Lahar Hujan

Ekonomi- 14-06-2024 15:16
Lahan pertanian yang terdampak banjir lahar hujan, banjir bandang dan longsor di Tanahdatar. Kominfo Tanah Datar
Lahan pertanian yang terdampak banjir lahar hujan, banjir bandang dan longsor di Tanahdatar. Kominfo Tanah Datar

Padang, Arunala.com--Bank Nagari memberikan perlakuan khusus kepada debitur yang terdampak bencana alam banjir lahar hujan, banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam, Kabupaten Tanahdatar dan Kota Padangpanjang. Ini bertujuan untuk membantu pemulihan usaha debitur dan perbankan, serta kondisi perekonomian wilayah yang terkena dampak bencana alam.

"Bencana alam yang melanda memang berdampak pada perekonomian masyarakat. Kami (Bank Nagari, red) tentu mengidentifikasi jika memang membutuhkan relaksasi sesuai ketentuan OJK tentu akan kita berikan," kata Pjs Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra usai Penyerahan Sapi Kurban di Kantor Pusat Bank Nagari, Jumat (14/6/2024).

Ia mengatakan memang ada debitur Bank Nagari yang terdampak bencana alam itu. Tapi jumlahnya tidak banyak dengan nominal kredit kisaran Rp 5 miliar.

"Sektor usaha yang terdampak itu adalah sektor pertanian berupa tanaman hortikultura dan sayur-sayuran. Karena memang aliran banjir lahar hujan dan banjir bandang itu menghantam lahan pertanian," ungkap Gusti.

Gusti menyebutkan pola relaksasi itu bisa dengan cara mereschedule kembali angsuran. Atau mungkin selama melakukan pemulihan, mereka diberikan keringanan. "Nanti ada ketentuannya dan disepakati antara bank dengan debitur," tutur alumni Universitas Andalas ini.

Diketahui banjir lahar hujan, banjir bandang dan longsor melanda tiga kabupaten kota di Sumbar pada Sabtu (11/5/2024). Secara keseluruhan, di Sumatera Barat terdapat 63 korban tewas dan puluhan lainnya mengalami luka.

Kerugian akibat bencana banjir lahar hujan, banjir bandang dan longsor itu mencapai Rp517 miliar. Dimana kerugian akibat kerusakan sarana infrastruktur yang ditimbulkan oleh bencana tersebut diperkirakan sekitar Rp516,7 miliar.

Bencana juga menimbulkan kerugian masyarakat sebanyak 27 ribu ekor lebih hewan ternak dan 908 ribu hektare lahan pertanian. (*)

Komentar