Padang, Arunala.com - Kasus perundungan yang dilakukan siswa MTsN 2 Pesisir Selatan (Pessel) terhadap temannya sendiri menuai kecaman berbagai pihak. Pasalnya, adegan perundungan itu sempat viral di berbagai media sosial (medsos) dan grup WhatsApp.
Aksi perundungan ini juga ditanggapi Anggota DPD RI asal Sumbar yang juga putra asli Pessel, Alirman Sori.
Saat dihubungi Arunala.com, Minggu (23/6/2024) siang, Alirman Sori menyebutkan kasus-kasus perundungan ini bisa dikatakan hampir di tiap daerah terjadi.
Adapun kasus perundungan yang terjadi di MTsN 2 Pessel itu, Senator ini minta pihak sekolah meningkat bimbingan dan pengawasannya selaku lembaga pendidikan terhadap anak-anak didiknya.
"Sekolah kan punya guru bimbingan konseling (BK), mestinya anak didik harus diawasi secara maksimal pergerakan-pergerakan mereka," saran Senator yang akrab disapa Also saat dihubungi sedang kunjungan kerja ke Austria.
Menurutnya, timbulnya aksi-aksi perundungan di sekolah adalah salah satu dampak dari kemajuan teknologi yang tanpa disadari mengganggu perkembangan mental dan etika anak didik atau siswa.
"Nah, untuk itu, kita tidak menyalahi siapa-siapa, disamping memperkuat pengawasan di internal sekolah, peranan orang tua di rumah juga sangat menentukan dalam memberikan pembinaan mental pada anak-anaknya baik sebelum berangkat ke sekolah dan segala macamnya," ucap Also.
Untuk itu, pintanya, harus kerja sama pihak sekolah dengan orang tua anak didik, tidak bisa diserahkan ke sekolah saja, karena kewenangan sekolah terbatas, apalagi kasus perundungan itu terjadi di luar lingkungan sekolah.
Alirman Sori menyarankan, para guru sebelum beri pelajaran kepada anak didiknya di ruang kelas, mestinya berikan pencerahan kepada anak didiknya tentang tata krama dan etika.
Tidak perlu lama, misalnya cukup lima atau tujuh menit sebelum pelajaran dimulai. Disini, sebut Aliman Sori, peran dari guru BK harus maksimal karena guru ini punya tanggung jawab khusus pembinaan mental pada anak didik merekanext


Komentar