.
“Nelayan itu memiliki risiko kerja yang tinggi. Itu makanya kita ikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, agar ada jaminan,” sebutnya.
Gubernur juga mengatakan untuk kegiatan restocking ikan di perairan umum berupa penebaran ikan di perairan umum/lubuk larangan/ikan larangan merupakan program rutin dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar yang dilakukan setiap tahun dengan melakukan penebaran benih ikan asli perairan umum di lubuk-lubuk larangan/ikan larangan.
Di Kabupaten Padangpariaman terdapat dua kelompok penerima bantuan ikan restocking perairan umum. Yakni Pokmaswas Batang Tapakih Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang dan Pokmaswas Kampuang Baru Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung. Dimana jumlah benih masing-masing untuk kelompok adalah 8.000 ekor dengan jenis ikan garing.
“Kepada kelompok penerima bantuan restocking ikan diharapkan dapat menjaga, memelihara bantuan yang telah diberikan. Tugas kelompok selanjutnya adalah mengawasi bantuan yang telah diberikan. Ke depan kegiatan restocking ikan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Reti Wafda menambahkan kelompok penerima bantuan yakni Pokmaswas Batang Tapakih Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Pokmaswas Kampuang Baru Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Alung Kecamatan Lubuk Alung dan Pokdakan Tiga Saudara.
“Kabupaten Padangpariaman terdapat dua kelompok penerima bantuan benih ikan restocking ikan sebanyak 16.000 ekor jenis ikan gariang. Dimana masing-masing kelompok Pokmaswas itu akan ditebar sebanyak 8.000 ekor jenis ikan gariang,” sebutnya seraya mengatakan di tahun ini jumlah bantuan benih ikan restocking ikan perairan umum tahun 2024 sebanyak 250.000 ekor di 10 kabupaten kota di Sumbar.
Sementara jumlah bantuan untuk Pokdakan berupa benih ikan lele dan pakan ikan. “Tujuan kegiatan restocking ikan perairan umum adalah menambah dan menjaga stock ikan di perairan umum sehingga sumberdaya ikan di perairan umum (sungai, waduk, rawa, talao) tetap lestari,” tuturnya.
Ia berharap, bantuan-bantuan yang telah diberikan itu, dapat dimaksimalkan penggunaannya. “Sehingga skala usaha nelayan semakin hari dapat semakin berkembang,” ucapnya.(*)


Komentar