Atasi Masalah Stok Darah, Wapres Serukan Pentingnya Donor Sukarela

Nasional- 05-08-2024 18:21
Wapres Ma'ruf Amin pada Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Pendonor Darah Sukarela 100 kali, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (5/8/2024). BPMI Setwapres
Wapres Ma'ruf Amin pada Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Pendonor Darah Sukarela 100 kali, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (5/8/2024). BPMI Setwapres

Jakarta, Arunala.com--Pemerintah menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada Pendonor Darah Sukarela 100 kali kepada sebanyak 1.591 donor darah sukarela (DDS). Penganugerahan dilaksanakan pada Senin (5/8/2024), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dalam sambutannya saat penganugerahan menyampaikan apresiasi kepada para DDS yang dinilainya sebagai pahlawan kemanusiaan.

“Pendonor darah dapat kita sebut sebagai pahlawan kemanusiaan, karena dengan sukarela dan tanpa pamrih, mereka turut menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlangsungan hidup sesama manusia,” ujarnya sebagaimana dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Wapres mengatakan, darah sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia, baik untuk menjaga kesehatan, menyelamatkan nyawa, keperluan medis, hingga membantu penanganan penyakit kronis. Oleh karena itu, keberadaan pendonor darah sangat krusial saat darah tidak dapat tersedia dengan cepat dan cukup di rumah sakit dan bank darah.

“Kehadiran donor darah sukarela atau DDS memberikan manfaat tidak hanya bagi pendonor namun juga bagi orang yang menerima darah. Setetes darah dapat memberikan harapan dan semangat bagi mereka untuk kembali sehat dan beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

Wapres mengemukakan, kondisi stok darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di seluruh Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 91 ribu kantong. Kondisi ini jauh dari jumlah ideal yang seharusnya mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 7 juta kantong darah per tahun.

“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu terus meningkatkan donor darah agar stok darah minimal terpenuhi,” imbuhnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Wapres pun mendorong peningkatan motivasi masyarakat agar menjadi pendonor darah sukarela secara teratur. Menurutnya, upaya ini tentu tidak lepas dari peran proaktif dari seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerahnext

Komentar