"Saat ini BTN lebih banyak fokus kepada pendidikan dan ekosistemnya. Sama dengan perguruan tinggi, produk perbankan itu adalah sumber daya manusia. Karena kualitas SDM itu menentukan segalanya. Kalau IT, kita punya uang bisa kita beli. Tapi kalau SDM, prosesnya cukup panjang," ungkapnya.
Ia berharap mudah-mudahan hubungan BTN dan Unand akan semakin bagus. "Terima kasih atas kerja samanya. Saya berharap suatu saat diberikan kesempatan untuk membuka kantor cabang BTN di Unand," harapnya.
Saat ini, tuturnya, ada sekitar 300-an alumni Unand yang bekerja di BTN dengan berbagai posisi jabatan dan berbagai latar belakang pendidikan. Mulai dari kepala wilayah dan kepala divisi dipegang alumni Unand.
"Jadi, para alumni Unand bekerja di BTN ini serasa pulang ke rumah sendiri. Nanti suatu saat bisa dimanfaatkan untuk sharing dengan mahasiswa Unand terkait dengan ekosistem perumahan dan sebagainya," ucapnya.
Di Unand, tutur Jasmin, mungkin ada perkuliahan entrepreneurship. Pada sesi ini, Unand bisa menghadirkan narasumber dari BTN. Apalagi BTN juga memiliki program mini MBA Property. Di program itu hanya membahas modul ekosistem perumahan.
"Bagaimana menciptakan developer yang benar. Bukan developer jadi-jadian. Ini yang kita ajarkan biasanya kepada mahasiswa. Supaya ketika lulus bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi pengusaha, pegawai dan profesional. Itu akan tersalurkan dan pilihannya banyak. Inilah yang dilakukan BTN," tukasnya. (*)


Komentar