>
Tantangan struktural tersebut meliputi tentang pangsa kredit produktif dan UMKM yang rata-rata BPD itu masih relatif rendah. "Dan di Bank Nagari sendiri juga tidak terlalu jauh dibanding BPD-BPD lainnya. Kita mempunyai pangsa UMKM tersebut di atas 20 persen. Untuk produktif dibandingkan dengan total kredit itu mencapai lebih kurang 32 persen. Jadi kita termasuk papan atas di kelompok BPD," ungkap Gusti.
Kedua, kelemahan serta permasalahan pada tata kelola dan manajemen risiko. Ketiga keterbatasan opsi dalam penguatan permodalan. "Oleh karena itu ke depan berbagai opsi-opsi tersebut mesti selaku kita buka untuk penguatan BPD untuk kemudian bisa berkembang," ucapnya.
Keempat, infrastruktur dan layanan teknologi belum memadai. Kelima, rendahnya kualitas SDM khususnya pada penyaluran kredit produktif. "Ke enam, daya saing BPD masih rendah karena keterbatasan produk dan jasa," sebutnya.next


Komentar