Pengusaha Gas Elpiji Tewas Bersimbah Darah

Metro- 24-10-2021 17:56
Polisi sedang membawa jenazah pengusaha gas elpiji yang tewas dalam aksi perampokan pada, Minggu (23/10). (Dok : Istimewa)
Polisi sedang membawa jenazah pengusaha gas elpiji yang tewas dalam aksi perampokan pada, Minggu (23/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Can

Padang, Arunala - Yulia Netti (58), seorang pngusaha gas elpiji di Kuranji tewas bersimbah darah, sementara suaminya Gusdiantara mengalami patah tangan.

Usai jalankan aksinya, pelaku perampokan melarikan diri dengan membawa kabur satu unit mobil milik korban.

Peristiwa tersebut diketahui oleh warga setempat pada Minggu (24/10) pukul 05:30 WIB, setelah salah seorang korban yang berhasil melarikan diri dan langsung menuju masjid yang berada di sekitar.

Baca Juga

Kapolsek Kuranji, AKP Sutrisman mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (23/10) sekitar pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku berjumlah tiga orang dan memasuki rumah.

"Saksi menyebutkan pelaku berjumlah tiga orang pakai penutup kepala. Kemudian menghadang pemilik rumah dengan senjata tajam," katanya, Minggu (24/10).

Menurut keterangan saksi yang enggan disebutkan namanya itu, pencuri menyekap satu persatu orang yang berada di dalam rumah diikat dengan tali dan mulut ditutup oleh pelaku.

Para korban disekap ditempat berbeda (dalam rumah). Setelah perampok pergi membawa hasil jarahannya, salah satu korban berhasil melepaskan ikatan tali tersebut langsung menuju ke rumah utama.

Kemudian mendatangi korban lainnya yang dikunci di dalam kamar mandi. Selanjutnya menuju kemar tidur, namun pintu dalam keadaan terkunci.

Setelah saksi mengambil kunci cadangan lalu membuka pintu kamar dan ditemukan korban dalam keadaan tangan terikat ke belakang dan mulut ditutup dengan menggunakan kain.

Selanjutnya, ia menuju masjid dan meminta tolong pada jemaah yang sedang salat.

Sekitar pukul 05.30 WIB, para saksi bersama warga menghubungi Kapolsek Kuranji.

Sutrisman menjelaskan, rumah korban tersebut dihuni lima orang, termasuk suami istri yang menjadi korban para perampok.

"Yang meninggal bernama Yulia Netti (58 tahun), sementara Gusdiantara (suami korban) mengalami patah tangan dan sedang dirawat di Puskesmas Ambacang," pungkasnya.

"Pelaku juga merusak CCTV yang berada di rumah tersebut, serta satu unit mobil korban berhasil dibawa kabur," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian kota Padang masih melakukan penyidikan dan mengumpulkan bukti-bukti serta memburu para pelaku.

Komentar