Jejak Nipah dan Cahaya dari Pesisir Padangpariaman

Ekonomi- 18-11-2025 20:36
Wisatawan yang datang ke Ulakan pun kini bisa menikmati olahan buah nipah. IST
Wisatawan yang datang ke Ulakan pun kini bisa menikmati olahan buah nipah. IST

.

Salah satu destinasi utama adalah Green Talao Park, ikon wisata berbasis ekowisata nipah yang menjadi pintu gerbang perubahan Ulakan. Keberadaan Talao yang dikelola secara lestari ini menjadi laboratorium hidup bagi wisata alam, pusat edukasi lingkungan, hingga ruang tumbuh bagi UMKM lokal.

Dari sinilah wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, pusat spiritual dan sejarah Islam di Minangkabau yang selama ratusan tahun menjadi tujuan ziarah dari berbagai daerah. Keterhubungan antara wisata alam dan wisata religi ini menjadi karakter unik Ulakan yang jarang dimiliki nagari lain.

Tak jauh dari sana, kawasan Kawan Agrowisata Pertanian juga tumbuh sebagai destinasi edukatif yang menampilkan aktivitas pertanian pesisir, pemanfaatan lahan, hingga inovasi pangan lokal. Anak-anak sekolah hingga peneliti sering datang untuk belajar tentang pola tanam, konservasi lahan, hingga integrasi pertanian dengan ekowisata.

Sementara itu, Pasia Loge menawarkan pesona pesisir yang lebih tenang. Hamparan pantai alami tempat masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan, sekaligus menjadi lokasi ideal untuk menikmati matahari terbenam dan aktivitas bahari skala kecil.

Lebih jauh ke lepas pantai, kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh melengkapi integrasi ini sebagai destinasi bahari kelas nasional. Pulau Pieh dikenal dengan kekayaan terumbu karang, konservasi penyu, serta biota laut yang menjadi magnet bagi wisatawan penyelam dan peneliti. Dengan menjadikan Pulau Pieh sebagai bagian dari jalur wisata GTP Ulakan, nagari ini memperluas cakupan wisatanya dari darat, pesisir, hingga laut, menciptakan ekosistem pariwisata yang menyeluruh dan terhubung.

Ke depan, konsep integrasi ini menjadi fondasi pengembangan Ulakan sebagai pusat wisata yang berkelanjutan. Niniak mamak sebagai pemilik ulayat, pemerintah nagari, pemuda, dan masyarakat sepakat bahwa GTP Ulakan harus tumbuh tanpa merusak lingkungan dan tetap menghormati nilai adat. Rencana pengembangan jalur wisata terpadu, pusat informasi wisata, digitalisasi layanan, hingga penguatan UMKM berbasis destinasi terus dipersiapkan. Dengan semakin terhubungnya seluruh objek wisata dalam satu kawasan, Ulakan bergerak mantap menuju tujuan besar menjadi destinasi pesisir yang maju, berkelas, dan tetap berakar pada adat serta alamnyanext

Komentar