.
"Brand inilah yang ingin kami kolaborasi dengan rekan-rekan media makin mengukuhkan posisi Unand sebagai perguruan tinggi negeri top 10 yang tertua diluar Pulau Jawa dalam pendidikan unggul, riset bermutu, produktif dan inovatif yang berdampak pada pengabdian yang nyata bagi masyarakat," ungkap Efa.
Di sisi lain, Efa juga menyampaikan, saat ini Ikatan Keluara Fakultas Kedokteran (IKA FK) Unand memiliki komitmen tugas yang menegaskan tidak ada satupun mahasiswa Kedokteran Unand berhenti studi gara-gara tidak mampu uang kuliah tunggal (UKT).
"Mengatasi hal itu, maka pihak Unand akan membantu melalui beasiswa untuk biaya perkuliahan pada mahasiswa ini dengan program Badan Amil Zakat yang dimiliki oleh Unand," kata Efa.
Ia melanjutkan, ini sistemnya gotong royong antara kampus dan para alumni, sehingga narasi seorang mahasiswa Kedokteran Unand terancam berhenti karena biaya kuliah bisa diatasi melalui program beasiswa dari Badan Amil Zakat Unand ini.
"Dengan program ini, memunculkan pradigma positif bahwa menjadi dokter dari keluarga kurang mampu pun bisa di Unand," pungkas Efa Yonnedi. (tqa)


Komentar