Rahmat Saleh Inisiasi Pembagian Takjil di Sejumlah Kabupaten Kota di Sumbar

Metro- 06-03-2026 04:23
Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh bersama warga ditengah kegiatan pemberian takjil pada masyarakat di salah satu lokasi di Padang, kemarin. IST
Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh bersama warga ditengah kegiatan pemberian takjil pada masyarakat di salah satu lokasi di Padang, kemarin. IST

Padang, Arunala.com -- Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menginisiasi program sosial #BerbagiTakjil melalui gerakan Sumbar Cerdas selama Ramadan 2026.

Kegiatan ini telah dimulai sejak hari pertama puasa dan direncanakan berlangsung hingga akhir Ramadan dengan menjangkau sejumlah wilayah di Sumbar.

Berbeda dari kegiatan berbagi takjil yang umumnya dilakukan dengan membagikan makanan secara langsung, program ini mengambil pendekatan lain.

Tim Sumbar Cerdas membeli takjil dari para pedagang kecil yang berjualan di pinggir jalan, terutama yang terlihat belum ramai pembeli.

Takjil yang dibeli dari para pedagang tersebut kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Sejumlah daerah telah menjadi lokasi kegiatan ini, di antaranya Padang, Solok, Dharmasraya, serta Sijunjung.

Program ini juga direncanakan terus berlanjut ke berbagai daerah lain di Sumatera Barat selama bulan Ramadan.

Rahmat menyebutkan pendekatan tersebut dipilih agar kegiatan berbagi tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat yang menerima takjil, tetapi juga membantu para pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari penjualan makanan berbuka puasa.

"Selama Ramadan kami sering melihat kegiatan berbagi takjil di jalan. Itu tentu baik, tetapi kami mencoba pendekatan lain, yaitu membeli dagangan pedagang kecil, terutama yang terlihat belum banyak terjual," kata Rahmat Saleh di Padang, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, tim Sumbar Cerdas turun langsung ke lapangan untuk mencari pedagang secara acak di sejumlah titik keramaian. Cara tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau pedagang kecil yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Rahmat, Ramadan menjadi momen penting bagi banyak pelaku usaha mikro untuk meningkatkan pendapatan.

Namun, tingginya jumlah pedagang yang berjualan takjil membuat persaingan semakin ketat sehingga tidak semua pedagang memperoleh pembeli yang cukup.

"Saya ingin kegiatan berbagi ini juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Pedagang terbantu karena dagangannya dibeli, sementara masyarakat tetap bisa menikmati takjil untuk berbuka," ujarnya.

Program #BerbagiTakjil direncanakan terus berjalan sepanjang Ramadan dengan melibatkan relawan serta jaringan komunitas di berbagai daerah. Tujuannya agar kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Sumbar. (*/cpt).

Komentar