Pesawat Militer AS Mendarat Darurat di BIM, Apa Penyebabnya?

Metro- 03-06-2026 07:21
Gambar salah satu pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules. IST
Gambar salah satu pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules. IST

Padangpariaman, Arunala.com - Terlacaknya keberadaan pesawat militer milik angkatan laut Amerika Serikat (Navy USA) terbang di langit Kota Padang sempat heboh.

Pesawat jenis Lockheed C-130T Hercules terdeteksi terbang melakukan pola berputar untuk kemudian mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Mendapat sorotan itu, General Manager BIM, Dony Subardono, memberikan penjelasannya melalui rilis resminya yang diterima media pada Selasa malam (2/6/2026).

Ia menyatakan, keberadaan pesawat militer AS itu sedang melakukan uji terbang (test flight), setelah mendapati perbaikan.

"Memang pesawat itu sempat terbang selama kurang lebih satu jam di atas perairan barat Kota Padang pada Senin (1/6/2026), Namun itu untuk uji coba," kata Dony.

Dia menerangkan, sebelumnya penerbangan dengan 15 personel ini sempat lakukan pendaratan darurat di BIM pada Senin (25/2026) lalu

"Itu disebabkan, pesawat ini alami gangguan teknis pada mesin nomor 3 saat menempuh rute dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Maladewa," beber Dony.

Dia melanjutkan, pesawat berada di BIM selama sepekan untuk menjalani perbaikan mendalam dengan mendatangkan suku cadang khusus dari luar negeri.

Dony mengaku, selama proses penanganan, pihak bandara berkoordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait.

"Kami langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, dan Kemlu untuk proses security clearance," tukasnya.

Langkah ini, sebutnya, untuk memastikan pendaratan ini murni karena kendala teknis dan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah atau rencana lain dari para awak pesawat.

Setelah tim mekanik tiba dan melakukan penggantian komponen pada akhir pekan lalu, pesawat sukses melakukan uji terbang (test flight) selama kurang lebih satu jam di atas perairan barat Kota Padang pada Senin (1/6/2026).

Dony juga menegaskan, pihak Bandara memastikan insiden ini tidak mengganggu operasional penerbangan komersial di BIM selama masa penanganan berlangsung. (*)

Komentar