Dokter Muda IKM-KK Fakultas Kedokteran Unand Berikan Edukasi Hipertensi "JAGOAN" di Puskesmas Rawang

Kesehatan- 20-03-2026 12:11
Dokter muda dari IKM-KK Fakultas Kedokteran Unand bersama Camat Padang Selatan Wilman Muchtar ketika pelaksanaan kegiatan program JAGOAN di Puskesmas Rawang, Padang Selatan beberapa waktu lalu. IST
Dokter muda dari IKM-KK Fakultas Kedokteran Unand bersama Camat Padang Selatan Wilman Muchtar ketika pelaksanaan kegiatan program JAGOAN di Puskesmas Rawang, Padang Selatan beberapa waktu lalu. IST

K

selama menjalani kepaniteraan klinik sejak 26 Januari 2026 di Puskesmas Rawang.

"Selama kurang lebih sembiilan minggu pelaksanaan kegiatan, kami menemukan permasalahan yang paling menonjol adalah masih banyaknya penderita hipertensi yang tidak patuh dalam mengonsumsi obat," tukasnya.

Ia menegaskan, dalam paparan dr Ida juga menekannya keluarga memiliki peran penting sebagai lini pertama dalam pengendalian hipertensi, baik dalam memberikan dukungan emosional, mengingatkan minum obat, hingga membantu menjaga pola hidup sehat pasien.

Selain itu, imbuh Rizky Efandra, dr Ida juga menyoroti peran kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat, mulai dari melakukan skrining tekanan darah.

"Jadi, mengingatkan jadwal kontrol, hingga melakukan kunjungan rumah bagi pasien yang tidak hadir posyandu, sehingga diharapkan kepatuhan pengobatan dan pemantauan hipertensi dapat meningkat," imbuhnya.

Sedangkan sesi edukasi kedua, terang Rizky Efandra, disampaikan oleh Dr dr Roza Mulyana, Sp.PD-KGer, FINASIM, yang memaparkan materi secara komprehensif mengenai hipertensi.

Rizky menerangkan, dr Roza Mulyana menjelaskan bahwa hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala yang sering disebut silent killer, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan rutin menjadi sangat penting.

Dia menambahkan, dr Roza juga menekankan pentingnya modifikasi gaya hidup sebagai langkah utama dalam pengendalian hipertensi, seperti penerapan pola makan sehat (DASH), aktivitas fisik teratur, pengendalian berat badan, serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi.

Melalui edukasi ini, Rizky berharap masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi guna menurunkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

"Oleh karena itu, pasien diimbau untuk tidak menghentikan konsumsi obat tanpa persetujuan dokter serta tetap melakukan kontrol secara rutin," pungkas Rizky Efandra.

Sementara, Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh dokter muda. y

Ia berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kecamatan, Dinas Kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat dalam mendorong pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tekanan darah dan mencegah komplikasi hipertensi. (*/cpt)

Komentar