.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, dukungan lingkungan menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan di suatu sekolah.
Selain itu, dia menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan, khususnya SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan provinsi, berjalan optimal tanpa gangguan.
Ia juga menekankan perlunya langkah antisipatif terhadap berbagai potensi penyimpangan yang dapat merusak dunia pendidikan, termasuk penyalahgunaan narkoba dan masuknya pengaruh negatif ke lingkungan sekolah.
"Sekolah harus menjadi ruang yang steril dari perilaku menyimpang dan hal-hal yang dapat merusak generasi muda. Pengawasan harus diperketat, termasuk terhadap pihak-pihak yang masuk dan berkegiatan di lingkungan sekolah," pesannya.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah dan madrasah dengan strata Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Paripurna tingkat Sumbar Tahun 2026.
Sekolah yang meraih penghargaan tersebut antara lain, SMPN 1 Tilatang Kamang Kabupaten Agam, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, dan MIN 2 Dharmasraya.
Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar, seluruh unsur Forkopimda Sumbar, Ketua TP PKK Sumbar, serta Ketua BKOW Sumbar.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Ranah Minang.
Menutup arahannya, Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan.
Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, pendidikan di Sumbar akan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (*/dpg)


Komentar