Mahyeldi Klaim Rehabilitasi Lahan Rusak Ringan dan Sedang di Sumbar Tuntas

Ekonomi- 14-05-2026 06:53
Gubernur Mahyeldi saat hadiri tanam padi serentak di lahan sawah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (13/5/2026). IST
Gubernur Mahyeldi saat hadiri tanam padi serentak di lahan sawah di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (13/5/2026). IST

.

Ia menyebut terdapat sekitar 7.000 hektare (ha) lahan terdampak berat di Sumbar, termasuk lebih dari 4.000 ha lahan yang hilang karena berubah menjadi aliran sungai atau tersapu longsor.

"Sebahagian dari lahan yang hilang itu, sekarang berubah menjadi sungai, ada juga yang benar-benar tergerus akibat longsor," tegasnya.

Karena itu, jelas Mahyeldi, penanganannya perlu melibatkan lintas kementerian, tidak bisa hanya Kementan, tapi juga perlu melibatkan Kementerian PU dan kementerian lain. Inilah yang menjadi tatangan saat ini.

Ia mengungkap, seluruh data tentang kerugian serta rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana telah dituangkannya dalam dokumen R3P atau Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Dokumen tersebut telah diserahkan ke Pemerintah Pusat melalui BNPB. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu teknis penanganan dan besaran dukungan anggarannya dari pemerintah pusat.

"Pemprov Sumbar sudah gerakkan semua simpul, mulai dari kabupaten, provinsi sampai kementerian. Tinggal sekarang kepastian anggaran. Mudah-mudahan Mei ini sudah mulai terlihat titik terang," ucap Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengingatkan potensi banjir dan longsor masih mengancam sejumlah daerah. Apalagi, saat ini curah hujan di Sumbar masih tergolong tinggi.

"Di Agam kemarin masih terjadi longsor, jalan putus dan area pertanian terganggu. Karena itu kita harus bergerak cepat sekaligus meminimalisir risiko banjir dan longsor berikutnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI, Tedy Dirhamsyah mengapresiasi kecepatan Sumbar dalam memulihkan lahan pertanian terdampak bencana.

Bahkan, menurutnya, Sumbar menjadi provinsi dengan progres terbaik dibanding daerah terdampak lainnya Aceh dan Sumatera Utara.

"Total lahan rusak ringan dan sedang di Sumbar mencapai 3.902 ha dan progresnya luar biasa. Secara nasional rata-rata baru sekitar 14 persen, tapi Sumbar sudah memenuhi target Pak Menteri. Ini juara satu," kata Tedy.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan sejumlah program antisipasi kekeringan, mulai dari irigasi perpompaan hingga pembangunan sumur dalam untuk menghadapi ancaman El Nino.

Peruntukan program antisipatif tersebut akan disesuaikan dengan usulan yang masuk dari daerah.

"Kami siap memfasilitasi. Silakan segera diusulkan. Ada program irigasi perpompaan, sumur air dalam dan lainnya yang telah disiapkan kementerian untuk menghadapi musim kemarau," ujarnyanext

Komentar