.
Menurut Tedy, capaian Sumbar tidak hanya sebatas percepatan tanam, tetapi juga sudah berhasil melakukan panen bahkan ekspor hasil pertanian.
"Kemarin di Solok kami lihat sudah panen dan hasilnya diekspor. Jadi Sumbar bukan hanya tanam, tapi juga sudah panen. Ini yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian," katanya.
Di sisi lain, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis mengungkapkan bencana banjir dan longsor telah memukul sektor pertanian di wilayahnya secara serius.
Dikatakannya, total lahan sawah terdampak di Padang Pariaman mencapai 1.263,4 ha, terdiri dari 446 ha rusak ringan, 238,25 ha rusak sedang, 450,7 ha rusak berat, dan 100,5 ha sawah hilang akibat terbawa arus sungai.
Selain itu, lahan jagung terdampak mencapai 570,35 ha, dengan rincian 382,6 ha rusak ringan, 71 ha rusak sedang, 112,5 ha rusak berat, dan 4,3 ha lahan hilang.
"Untuk sawah rusak ringan seluruhnya sudah tertangani 100 persen sedangkan untuk lahan sawah yang rusak berat dan hilang sampai sekarang belum ada alokasi bantuan dari Kementan. Begitu juga lahan jagung yang terdampak. Saya berharap ini bisa segera," kata John Kenedy Azis. (*/dpg)


Komentar