Bank Nagari Optimistis Kejar Target KUR Rp1,5 Triliun Tahun 2026

Ekonomi- 07-05-2026 14:20
Kantor Pusat Bank Nagari. IST
Kantor Pusat Bank Nagari. IST

Padang, Arunala.com -- Bank Nagari mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada kuartal pertama tahun 2026 tetap menunjukkan kinerja positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Meski kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap aktivitas usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Nagari tetap berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif guna mendukung pemulihan ekonomi daerah.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan bahwa kondisi ekonomi pascabencana yang terjadi di tiga provinsi, termasuk Sumatera Barat, turut memengaruhi aktivitas usaha masyarakat dan berdampak pada laju penyaluran pembiayaan kepada pelaku UMKM. Namun demikian, Bank Nagari tetap mampu menjaga penyaluran KUR pada level yang cukup baik.

Pada kuartal I tahun 2026, total realisasi penyaluran KUR Bank Nagari mencapai Rp294,13 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari KUR Konvensional sebesar Rp231,13 miliar yang disalurkan kepada 1.147 debitur serta KUR Syariah sebesar Rp62,99 miliar yang diberikan kepada 351 nasabah.

"Jika dibanding dengan periode yang sama pada kuartal I tahun 2025, realisasi penyaluran KUR tahun 2026 memang mengalami sedikit penurunan. Namun kondisi ini tidak terlepas dari adanya tekanan ekonomi yang muncul sebagai dampak pascabencana di beberapa wilayah yang turut memengaruhi aktivitas usaha masyarakat," ujar Hafid.

Menurutnya, situasi tersebut menyebabkan sebagian pelaku usaha memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan ekspansi usaha maupun penambahan modal melalui fasilitas pembiayaan. Di sisi lain, perbankan juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

"Kami melihat sebagian debitur cenderung menunda pengembangan usaha karena masih melakukan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi yang ada. Namun demikian, kebutuhan pembiayaan produktif tetap ada dan Bank Nagari terus berupaya hadir memberikan dukungan kepada pelaku UMKM," katanyanext

Komentar