Bank Nagari Perkuat Tata Kelola dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

Ekonomi- 04-06-2026 22:15
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra didampingi Komisaris Utama Andri Yulika, Anggota Dewan Pengawas Syariah Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag dan jajaran direksi. IST
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra didampingi Komisaris Utama Andri Yulika, Anggota Dewan Pengawas Syariah Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag dan jajaran direksi. IST

Padang, Arunala.com---PT Bank Nagari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan yang baik melalui tindak lanjut menyeluruh atas rekomendasi yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Seluruh catatan dan rekomendasi yang diberikan auditor negara tersebut dipandang sebagai bagian penting dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan serta memperkuat sistem pengendalian internal.

"Manajemen Bank Nagari menyambut positif seluruh hasil pemeriksaan yang dilakukan BPK RI. Berbagai temuan dan rekomendasi yang disampaikan itu menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh mekanisme pengawasan dan pengendalian di lingkungan Bank Nagari berjalan secara efektif," kata Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra kepada wartawan di Ruang Rapat Lantai IV Bank Nagari, Kamis (4/6/2026).

Pada kesempatan itu hadir Direktur Keuangan Roni Edrian, Direktur Operasional Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah Hafid Dauli, dan Direktur Kepatuhan Sukardi. Kemudian, Komisaris Utama (Komut) Andri Yulika, dan Anggota Dewan Pengawas Syariah Prof. Dr. Rozalinda, M.Ag, serta jajaran Pemimpin Divisi dan Wakil Pemimpin Divisi Bank Nagari.

Gusti Candra menyebutkan terungkapnya beberapa kejadian fraud pada Kantor Cabang Pembantu (KCP) Siberut, KCP Tabek Patah, dan Kantor Cabang (KC) Lubuk Alung sebenarnya merupakan bukti konkret dari berjalannya mekanisme pengendalian internal Bank Nagari. "Langkah ini didukung oleh penerapan Whistleblowing System (WBS) serta pelaksanaan audit internal secara intensif oleh Satuan Kerja Audit Internal," ujar Gusti Candra.

Ia menjelaskan, terdeteksinya sejumlah kasus tersebut menunjukkan sistem pengawasan yang diterapkan Bank Nagari berfungsi secara aktif dalam mengidentifikasi potensi penyimpangan sejak dini. "Dengan demikian, langkah penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul di kemudian hari," tuturnyanext

Komentar