.
Komitmen tersebut tercermin dari besarnya penyaluran kredit kepada sektor UMKM. Gusti mengungkapkan, market share kredit UMKM Bank Nagari mencapai 20,85 persen dari total kredit UMKM di Provinsi Sumatera Barat. Capaian tersebut bahkan menjadi yang tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.
"Dari data Sistem OJK seluruh Indonesia, market share kredit UMKM Bank Nagari merupakan yang tertinggi di antara seluruh BPD se-Indonesia. Ini menunjukkan tekad kuat kita dari Sumatera Barat untuk benar-benar menggerakkan sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Selain berperan dalam mendukung sektor usaha masyarakat, Bank Nagari juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan pemerintah daerah melalui pembagian dividen. Pada tahun buku sebelumnya, Bank Nagari menyerahkan dividen sebesar Rp326,61 miliar kepada para pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah kabupaten dan kota, serta Koperasi Karyawan Bank Nagari.
Menurut Gusti, dana tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang sangat penting bagi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik.
"Tahun lalu kita menyerahkan dividen kepada para pemegang saham. Untuk pemerintah daerah saja totalnya mencapai Rp326,61 miliar. Ini angka yang cukup besar, terutama dalam situasi ketika Sumatera Barat membutuhkan dana untuk pembangunan. Dividen terbesar tentu diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat," katanya.
Ia menjelaskan, kontribusi dividen Bank Nagari terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencapai 12,12 persen. Angka tersebut menunjukkan peran penting Bank Nagari sebagai sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.
"Share sebesar 12,12 persen terhadap PAD Provinsi Sumatera Barat merupakan kontribusi yang cukup baik. Ini menunjukkan bahwa keberadaan Bank Nagari memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah," ujarnya.
Tak hanya di tingkat provinsi, kontribusi dividen Bank Nagari juga sangat dirasakan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Bahkan, di sejumlah daerah, dividen Bank Nagari menjadi salah satu sumber PAD terbesar.
Gusti menyebutkan, kontribusi dividen Bank Nagari terhadap PAD Kota Pariaman mencapai 75,40 persen, Kota Solok sebesar 62,16 persen, Kabupaten Pasaman 62,79 persen, Kabupaten Solok 60,70 persen, serta Kabupaten Sijunjung sebesar 57,44 persennext


Komentar