.
"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa manfaat Bank Nagari sangat dirasakan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat di masing-masing kabupaten dan kota. Kehadiran Bank Nagari bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor pembangunan daerah," katanya.
Kontribusi Bank Nagari terhadap perekonomian Sumatera Barat juga terlihat dari besarnya peran bank tersebut dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari sisi kredit, kontribusi Bank Nagari mencapai 47,17 persen, sedangkan dari sisi dana pihak ketiga mencapai 50,83 persen.
"Artinya, hampir separuh aktivitas intermediasi perbankan yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah berasal dari Bank Nagari. Ini menjadi bukti bahwa peran Bank Nagari sangat strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat," ujar Gusti.
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Nagari juga menunjukkan performa yang solid. Hingga April 2026, total aset Bank Nagari telah mencapai Rp34,21 triliun. Sementara kredit atau pembiayaan yang disalurkan tercatat sebesar Rp25,25 triliun dan dana pihak ketiga mencapai Rp27,95 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih Bank Nagari tercatat sebesar Rp145,49 miliar.
Yang menarik, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi industri perbankan nasional, Bank Nagari tetap mampu menjaga profitabilitas pada level yang sangat baik. Salah satu indikatornya adalah Net Interest Margin (NIM) yang mencapai 6,13 persen pada April 2026, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang berada pada kisaran 4,5 persen.
Gusti mengakui kondisi ekonomi beberapa waktu terakhir tidak mudah. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), dampak transfer keuangan daerah, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM menjadi faktor yang harus dihadapi secara cermat oleh manajemen.
"Yang paling menentukan saat tutup buku akhir tahun adalah kenaikan BI Rate yang sangat progresif, dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen. Di sisi lain, kita juga menghadapi fenomena masyarakat dan pelaku UMKM yang mulai mengalami kesulitan dalam melanjutkan usaha maupun kemampuan bayar akibat berbagai situasi ekonomi yang berkembang," katanya.
Meski demikian, Bank Nagari mampu mempertahankan kinerja yang sehat melalui berbagai langkah strategis. "Tantangan kita adalah bagaimana beroperasi semakin efisien, mengatur suku bunga dengan baik, melakukan efisiensi di segala bidang, serta menyelesaikan kredit-kredit bermasalah secara optimal. Alhamdulillah, sampai April 2026 kita masih mampu membukukan NIM sebesar 6,13 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional," ujar Gustinext


Komentar