Painan, Arunala.com — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Telkomsel melalui pelaksanaan Telkomsel Jaga Bumi Movement di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Telkomsel bersama berbagai pemangku kepentingan melakukan aksi nyata berupa penanaman 3.000 pohon mangrove sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Telkomsel dalam mendukung upaya pengurangan emisi karbon sekaligus menjaga kelestarian kawasan pesisir yang memiliki peran penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui gerakan Telkomsel Jaga Bumi, perusahaan juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan melalui aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Nagari Sungai Pinang tersebut diikuti puluhan relawan yang terdiri dari karyawan Telkomsel, masyarakat setempat, komunitas peduli lingkungan, pemerintah nagari, serta sejumlah mitra konservasi seperti KKI WARSI dan LPHN. Seluruh peserta bersama-sama terlibat dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan.
Sebelum melakukan penanaman mangrove, seluruh peserta terlebih dahulu melaksanakan aksi bersih-bersih pantai dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari lingkungan pesisir dan mengganggu keberlangsungan ekosistem laut. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel sebagai salah satu solusi dalam mengurangi limbah plastik yang semakin meningkat.
Selain kegiatan lapangan, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat hutan mangrove bagi lingkungan. Mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyerap karbon dioksida, pelindung alami pantai dari ancaman abrasi, penjaga kualitas perairan, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut yang menopang keseimbangan ekosistem pesisirnext


Komentar