.
Menurut dr. Ardiansyah, keenam anak yang menjalani operasi pada hari pertama memiliki diagnosis kelainan jantung bawaan yang berbeda. Di antaranya Ventricular Septal Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), dan Tetralogy of Fallot (ToF). Masing-masing penyakit memerlukan penanganan khusus sesuai kondisi pasien agar fungsi jantung dapat kembali bekerja secara optimal.
"Untuk pasien dengan VSD dan ASD, tindakan operasi dilakukan dengan menutup lubang pada sekat jantung guna memperbaiki aliran darah sehingga fungsi jantung dapat kembali bekerja secara optimal," ujarnya.
Ia menambahkan seluruh pasien telah melalui tahapan skrining dan evaluasi medis secara komprehensif sebelum diputuskan menjalani operasi. Selain kesiapan tim dokter, dukungan fasilitas dan peralatan bedah jantung yang dimiliki RS M. Djamil juga menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan tindakan medis tersebut.
"Seluruh tindakan dilakukan oleh tim multidisiplin dengan dukungan fasilitas dan peralatan bedah jantung yang tersedia di RS M. Djamil agar operasi berjalan aman dan memberikan hasil terbaik bagi pasien," tuturnya.
Program Bakti Sosial Medis Bedah Jantung Anak merupakan bentuk kepedulian KSRelief, Muslim World League, dan RS M. Djamil terhadap anak-anak Indonesia yang membutuhkan tindakan operasi jantung. Melalui program ini, pasien memperoleh kesempatan mendapatkan layanan bedah jantung yang berkualitas, sementara tenaga kesehatan Indonesia juga memperoleh manfaat berupa peningkatan kompetensi melalui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari para ahli bedah jantung internasional.(*)


Komentar