Nagari Mabit Camp 2 Digelar, Bank Nagari Dorong Generasi Muda Melek Keuangan Syariah

Ekonomi- 05-09-2026 15:24
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan direksi Bank Nagari bersama peserta Nagari Mabit Camp. IST
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan direksi Bank Nagari bersama peserta Nagari Mabit Camp. IST

.

Ia menjelaskan, keberlanjutan program tersebut juga menjadi bentuk respons Bank Nagari terhadap antusiasme peserta dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan sebelumnya. Dengan adanya penyelenggaraan kedua, materi yang diberikan pun kembali dikembangkan dengan mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, terutama mengenai wakaf dan perencanaan ibadah haji.

Tema "Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda" dipilih untuk memberikan pemahaman kepada pelajar bahwa kepedulian sosial dan perencanaan keuangan dapat mulai dibangun sejak usia muda. Wakaf, misalnya, tidak harus selalu dipahami sebagai sesuatu yang membutuhkan kemampuan finansial dalam jumlah besar. Sebaliknya, generasi muda dapat mulai mengenal konsep wakaf sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

"Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan wakaf dan perencanaan keuangan haji kepada pelajar sejak usia sekolah," katanya.

Hafid menambahkan, hal serupa juga berlaku dalam perencanaan keuangan untuk ibadah haji. Menurutnya, kebiasaan menyusun rencana keuangan sejak dini akan membantu generasi muda memahami pentingnya menetapkan tujuan finansial dan mempersiapkannya secara bertahap.

Dengan memulai lebih awal, perencanaan tersebut diharapkan dapat terasa lebih ringan karena dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan. Pada saat yang sama, pelajar juga diperkenalkan pada pentingnya menabung serta memahami berbagai instrumen keuangan syariah yang dapat mendukung perencanaan keuangan mereka di masa depan.

Nagari Mabit Camp 2 tidak hanya dikemas sebagai kegiatan literasi keuangan, tetapi juga memadukan unsur pembinaan karakter, keagamaan, pengembangan kemampuan diri, hingga aktivitas yang mendorong kerja sama antarpeserta. Selama mengikuti kegiatan, para pelajar mendapatkan 13 sesi materi dengan berbagai topik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter generasi muda.

Sejumlah materi yang diberikan antara lain tentang Gerakan Wakaf Uang Sumatera Barat dan dampaknya terhadap perekonomian, Hari Indonesia Menabung dan Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR, Spirit Haji Muda, pengenalan produk syariah dan produk digital Bank Nagari, manajemen keuangan bagi remaja, serta etika bergaul dalam Islam.

Tidak berhenti pada literasi ekonomi dan keuangan, peserta juga mendapatkan pembekalan soft skill yang dapat menunjang kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mengembangkan kreativitas. Materi public speaking dan content creator menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang diharapkan dapat membantu peserta mengenali sekaligus mengembangkan potensi dirinext

Komentar