.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap konsep kegiatan yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas pembinaan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif di masjid dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan mereka dengan rumah ibadah sekaligus menumbuhkan lingkungan yang sehat bagi perkembangan karakter.
"Dengan mereka terbiasa ke masjid dan ada kegiatan Nagari Camp di masjid ini, mudah-mudahan hati mereka terpaut dengan masjid," katanya.
Mahyeldi menilai masjid di Sumatera Barat memiliki posisi yang strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga memiliki fungsi sosial dan kultural yang dapat menjadi ruang bertemunya berbagai aktivitas positif masyarakat. Karena itu, kegiatan yang melibatkan generasi muda di lingkungan masjid dinilai perlu terus diperkuat.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan akademik. Generasi penerus juga membutuhkan penguatan karakter, nilai moral, kemampuan berkomunikasi, kepedulian sosial, serta pemahaman agama yang baik. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
"Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Merekalah nanti yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045," tegasnya.
Karena itu, Mahyeldi berharap Nagari Mabit Camp dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda Sumatera Barat. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan unsur pendidikan, keagamaan, literasi keuangan, pengembangan karakter, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan.
Di sisi lain, penyelenggaraan Nagari Mabit Camp 2 menjadi bagian dari komitmen Bank Nagari untuk mengambil peran dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya pada kelompok generasi muda. Bank Nagari memandang bahwa peningkatan pemahaman keuangan perlu dilakukan sejak dini agar kebiasaan mengelola keuangan secara sehat dapat terbentuk sejak usia sekolah.
Melalui tema "Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda", peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan jangka panjang, termasuk ibadah dan kepedulian sosial.
Kebiasaan menabung, memahami produk keuangan syariah, mengenal konsep wakaf, serta mulai menyusun perencanaan keuangan untuk ibadah haji merupakan sejumlah pengetahuan yang diharapkan dapat melekat dalam kehidupan peserta setelah mengikuti kegiatannext


Komentar