Padangppariaman, Arunala.com - Sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026), ada 56 tadwal penerbangan Padang - Jakarta dan sebaliknya di Bandara Internaisional Minangkabat (BIM) batal.
Penyebabnya masih terjadinya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sehingga hal ini berdampak serius pada konektivitas udara Sumatera Barat (Sumbar).
Gangguan ini melanda seluruh rute yang terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.
Langkah tegas pembatalan ini diambil demi menjamin keselamatan penumpang dan kru pesawat, mengingat ruang udara serta operasional dua bandara utama di Jakarta tersebut.
Khusus pada hari Senin (7/9/2026) hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sudah ada 28 jadwal penerbangan di BIM yang batal mengudara.
Pembatalan massal ini berimbas pada enam maskapai nasional dengan rincian jadwal sebagai berikut:
Lion Air: Membatalkan penerbangan JT 353 (Padang-Jakarta, 06.05 WIB), JT 256 (Jakarta-Padang, tiba 10.45 WIB), JT 257 (Padang-Jakarta, 18.40 WIB), dan JT 352 (Jakarta-Padang, 20.35 WIB).
Citilink Indonesia: Total delapan penerbangan dibatalkan, mencakup rute Soekarno-Hatta (QG 952, QG 953, QG 958, QG 959, QG 954, QG 955) serta rute Halim Perdanakusuma (QG 180, QG 181) pulang-pergi (PP).
Pelita Air: Membatalkan empat penerbangan, yakni IP 350 dan IP 354 (Jakarta-Padang) serta IP 351 dan IP 355 (Padang-Jakarta).
Super Air Jet: Menghentikan enam operasional penerbangan rute Jakarta-Padang (IU 908, IU 902, IU 900) dan Padang-Jakarta (IU 907, IU 815, IU 901).
Garuda Indonesia: Empat jadwal terdampak, meliputi GA 160 dan GA 162 (Jakarta-Padang) serta GA 163 dan GA 165 (Padang-Jakarta).
Batik Air: Membatalkan sepasang penerbangan, yaitu ID 7109 (Jakarta-Padang) dan ID 7108 (Padang-Jakarta).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Dony Subardono, memastikan bahwa manajemen bandara bergerak cepat mengantisipasi situasi ininext


Komentar