Bank Nagari dan Pemkab Mentawai Digitalisasi Retribusi Selancar untuk Optimalkan PAD

Ekonomi- 14-10-2026 13:49
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembayaran retribusi selancar secara host to host antara Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (14/10/2026). IST
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembayaran retribusi selancar secara host to host antara Bank Nagari dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (14/10/2026). IST

.

Ke depan, pemanfaatan transaksi digital diharapkan merambah sektor transportasi, kuliner, penginapan, penyewaan perlengkapan selancar, hingga pembelian produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran nontunai, pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan sekaligus memperluas peluang usaha mereka. "Pariwisatanya tumbuh, UMKM-nya berkembang, transaksi digital meningkat, PAD semakin optimal, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," ungkapnya.

Ia menambahkan, Bank Nagari siap melanjutkan sinergi dengan Pemkab Kepulauan Mentawai dalam pengembangan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, elektronifikasi penerimaan daerah, penguatan UMKM, peningkatan inklusi keuangan, serta pembangunan ekosistem pariwisata berbasis digital.

Bank Nagari juga berharap penerapan e-retribusi selancar dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project yang selanjutnya dikembangkan pada destinasi wisata lain di Kepulauan Mentawai. Dengan demikian, manfaat digitalisasi diharapkan tidak hanya dirasakan pada satu jenis penerimaan, tetapi juga mendukung pembenahan tata kelola berbagai sektor pariwisata yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan daerah.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyampaikan Bank Nagari selama ini turut berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif yang diselenggarakan pemerintah daerah, termasuk upaya mendorong kemajuan sektor pariwisata. "Kerja sama digitalisasi retribusi selancar menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menjawab kebutuhan pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan penerimaan," tuturnya.

Rinto menjelaskan, mekanisme pemungutan retribusi selancar yang sebelumnya dilakukan secara manual memiliki sejumlah tantangan, terutama dalam hal transparansi dan kepercayaan wisatawan. Dalam sistem manual, peselancar dapat mempertanyakan kepastian pencatatan pembayaran serta apakah uang retribusi yang disetorkan benar-benar masuk ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mencari mekanisme pembayaran yang lebih mudah ditelusuri dan dipertanggungjawabkan. Melalui kerja sama dengan Bank Nagari, Pemkab Kepulauan Mentawai mulai mengarahkan pembayaran retribusi selancar menggunakan QRIS maupun metode pembayaran digital lainnya agar transaksi dapat tercatat dengan lebih baiknext

Komentar