Fakhrizal Kembali Bantu 10 Ton Beras

Metro-215 hit 26-04-2020 20:24
10 Ton Beras bantuan Fakhrizal yang sudah dikemas dalam kantong 10 kg siap dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19. (Foto : Istimewa)
10 Ton Beras bantuan Fakhrizal yang sudah dikemas dalam kantong 10 kg siap dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19. (Foto : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Pendataan dan verifikasi peneriman Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan pemerintah daerah bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 masih simpang siur. Akibatnya banyak dari masyarakat merasa pesimistis sekaligus memiriskan.

Hal diungkapkan sejumlah warga yang ada di Kota Padang, diantara Ad (46) warga Tarandam dan Sol (53) warga Siteba.

"Kami patuah jo PSBB ko pak, tapi paruik jo dapua kami indak nio manarimo nyo doh pak, nan bantuan pamarintah alun juo sampai lai (Kami patuh dengan PSBB ini pak, tapi periuk dan dapur kami tidak bisa menerimanya pak, bantuan pemerintah belum juga diterima)," ujar Ad kepada wartawan, Minggu (26/4).

Baca Juga

Begitu juga Sol, perempuan yang hidupnya berjualan bakwan dan kerupuk Ubi tiap harinya ini mengaku sangat mengharapkan sekali BLT dari pemerintah segera cair.

"Ambo sempat danga ado bantuan BLT dari pamarintah tapi ba a kok alun juo dibagikan (Saya sempat mendengar ado bantuan BLT dari pemerintah, tapi kenapa belum juga cair)," kata Sol mempertanyakan.

Melihat kejadian itu, membuat Irjen Pol Fakhrizal tidak tinggal diam. Malah pada Minggu (26/4), kembali Fakhrizal dikenal sebagai 'Jenderal Niniak Mamak' itu kembali menyalurkan kepeduliannya buat masyarakat terdampak Covid-19.

Sebanyak 10 ton beras diserahkan Fakhrizal untuk membantu masyarakat Kota Padang yang terdampak ekonominya akibat mewabahkan Covid-19, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.

"Memang kondisi ini merata seluruh Indonesia, bahkan dunia, tapi apakah kita biarkan ini terjadi, tentu tidak. Saatnya jiwa gotong royong dan kesetiakawanan anak minang dipertaruhkan. Ayo bantu sanak saudara yang teraniaya karena perang lawan Coronavirus ini," ujar Fakhrizal.

Fakhrizal menilai kondisi ini belum diketahui kapan berakhirnya. Yang jelas salah satu upaya mengatasi penyebaran wabah Covid-19 ini yakni mematuhi Protokol Kesehatan. Tapi dampak mematuhi itu tentu terjadi pemerosotan ekonomi.

"Saat ini penurunan pendapatan terjadi, sekaligus peningkatan konsumsi rumah tangga dalam menjaga diri dan keluarga di rumah dari corona ," ujar Fakhrizal.

Untuk itu, jelas Fakhrizal, tidak usah saling salah menyalahkan, saling kecam mengecam di kondisi sekarang ini.

"Yang dibutuhkan ayo turun, bisa sato sakaki, dan bisa untuk ringankan beban saudara kita," ujarnya.

Dirinya berharap dengan bantuan beras ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik.

Seorang sahabat Fakhrizal, Syahrial Koyal menambahkan bantuan 10 ton beras yang diserahkan Fakhrizal itu nantinya akan dibungkus 10 kg per kantong.

"In Syaa Allan bantuan itu akan kami salurkan Senin (27/4) kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak karena mewabahnya virus Corona ini," ujar Syahrial.

Dia juga menyampaikan, sampai Senin (27/4), Irjen Pol Fakhrizal terus menebar kepedulian kepada masyarakat di Sumbar, selama pandemi Corona ini.

"Fakhrizal juga nantinya akan membagikan ribuan buah masker dan hand sanitizer. Lalu 2.500 paket sembako," kata Syahrial.

Komentar