Fadhly Jadi Narasumber di Workshop Balitbang Kemenkes

Metro- 18-11-2021 19:57
Kadis Dukcapil Kabupaten Padangpariaman, Muhammad Fadhly saat jadi narasumber dalam workshop yang diadakan  Pusbalitbang Kemenkes, di Jakarta, Kamis (18/11). (Dok : Istimewa)
Kadis Dukcapil Kabupaten Padangpariaman, Muhammad Fadhly saat jadi narasumber dalam workshop yang diadakan Pusbalitbang Kemenkes, di Jakarta, Kamis (18/11). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padangpariaman, Muhammad Fadhly jadi salah satu nara sumber kegiatan workshop implementasi dan alih kelola strategi penguatan Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian dan Penyebab Kematian (SPKKPK) 2021 di salah satu hotel di Jakarta, Kamis (18/11).

Kehadiran Fadly pada workshop yang diadakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyampaikan program integrasi data pencatatan kelahiran dan kematian yang sedang dibangun di Kabupaten Padangpariaman.

"Saat ini, Dinas Dukcapil Padangpariaman bersama Dinas Kesehatan terus mengembangkan sistem aplikasi pelaporan dan pencatatan kelahiran dan kematian yang terintegrasi dengan sistem lainnya melalui inovasi SiPakem (Sistem Pelaporan Kelahiran dan Kematian)," kata Fadhly di dalam workshop itu.

Baca Juga

Dia menyebutkan, inovasi SiPakem sudah dimulai di Kabupaten Padangpariaman pada 2020 lalu. Aplikasi ini dibuat bersama dengan Dinkes dengan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai basis pelaporan.

"Pencatatan kelahiran yang dimulai dari kehamilan serta pencatatan kematian dengan penyebab kematian, akan memberikan dampak positif bagi penanganan Kesehatan ibu dan anak serta pemberian hak-hak pelayanan lainnya bagi masyarakat," papar Fadhly lagi.

Dia berharap, sistem SiPakem ini juga memberikan hasil baik bagi daerah lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pencatatan Sipil, Dukcapil Kemendagri, Handayani Ningrum menyebutkan upaya membangun SPKKPK merupakan bagian dari Civil Registration and Vital Statistics (CRVS) atau Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H).

"Penguatan SPKKPK telah lama dirintis oleh Balitbang Kementerian Kesehatan melalui sejumlah program," ucap Handayani. Termasuk diantaranya Sample Registration System (SRS), yang telah menghasilkan data terinci penyebab kematian.

Dengan luas dan besarnya wilayah Indonesia, data nasional penyebab kematian sangat beragam antar daerah.

Berkaitan dengan hal di atas, Handayani menyebutkan Balitbang kes memulai uji coba pengembangan SPKKPK di beberapa kabupaten kota di Indonesia mulai tahun 2019.

Diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Kudus, Kabupaten Padangpariaman, tahun 2020 di Kabupaten Malang, dan tahun 2021 di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Kepulauan Sula.

Sedangkan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Prof Dede Anwar Musadad menyampaikan harapannya, akan kesinambungan program ini yang dilaksanakan di kabupaten kota.

"Perlunya penguatan aspek-aspek pendukung program pencatatan kelahiran dan kematian, berdasarkan rapid assessment yang telah dilakukan kabupaten kota," kata Dede Anwar Musadad. (*)

Komentar