Jalan Penghubung Kawasan Transmigrasi Bakal Dibangun

Metro- 02-12-2021 06:26
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar tida sengaja bertemu Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus di Bandara Soetta setelah dari Kemendes PDTT, Rabu (1/12). (Foto : Arzil)
Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar tida sengaja bertemu Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus di Bandara Soetta setelah dari Kemendes PDTT, Rabu (1/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Kawasan Transmigrasi yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yakni Lunang dan Silaut, akan segera miliki jalan penghubung lewat darat.

Dengan adanya jalan penghubung ini, jarak tempuh antar dua kawasan ini bakal jauh lebih singkat dari yang biasanya.

"Rencana pembangunan jalan penghubung di dua kawasan transmigrasi itu sudah saya paparkan kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar," kata Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar kepada Arunala.com , di Jakarta, Rabu (1/12).

Baca Juga

Rusma Yul Anwar menyebutkan pembangunan jalan penghubung itu sudah sangat diperlukan, mengingat Pemkab Pessel sudah lebih dulu merintis pembangunan jalan ini di kawasan itu.

"Memang sudah dirintis lebih dulu, namun panjang jalan yang dibangun itu baru mencapai 5 kilometer (km), masih tinggal sekitar 7 km lagi. Maka saat bertemu dengan Pak Menteri, saya ajukan permohonan untuk lanjutan pembangunan jalan penghubung itu," ujarnya.

Dia menerangkan, total panjang jalan penghubung antar Lunang dan Silaut itu lebih kurang 12 km, dan jalan ini merupakan infrastruktur dasar bagi dua kawasan transmigrasi itu.

Biasanya, lanjut Rusma Yul Anwar, jarak tempuh antara dua kawasan ini menggunakan jalur darat lintas barat Sumatera yang panjangnya sekitar 33,8 km.

"Tapi dengan adanya jalan penghubung nanti, jarak tempuh antar dua kawasan ini akan singkat menjadi 12 km," ungkap Rusma Yul Anwar lagi.

Kuatnya keinginan Rusma Yul Anwar membuat jalan penghubung antara dua kawasan transmigrasi itu milik beberapa alasan.

Diantaranya, dua kawasan itu merupakan kawasan perkebunan sawit yang miliki potensi besar bagi Pessel, kemudian pada dua kawasan itu ada sekitar 30 ribu jiwa yang tinggal di sana.

"Selanjutnya dengan adanya jalan penghubung itu akan mengurangi biaya transportasi para petani sawit di sana dalam pengiriman barangnya," kata Rusma Yul Anwar.

Komentar