Mubes VII GEBU Minang Disepakati Maret 2022

Metro- 07-12-2021 10:21
Pengurus DPP GEBU Minang saat Rapenas bahas penyelanggaraan Mubes VII untuk GEBU Minang, Sabtu malam (4/12). (Dok : Istimewa)
Pengurus DPP GEBU Minang saat Rapenas bahas penyelanggaraan Mubes VII untuk GEBU Minang, Sabtu malam (4/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Wakil Ketum Umum DPP Gerakan Ekonomi dan Budaya (GEBU) Minang, Irjen Pol (Purn) Marwan Paris, mewakili Ketua Umum, Oesman Sapta, menjelaskan penyelenggaraan Rapenas merupakan amanat konstitusi AD/ART GEBU Minang untuk membahas berbagai dinamika dan perkembangan GEBU Minang ke depan dan termasuk untuk memusyawarahkan rencana penyelenggaraan Munas ke VII, di Jakarta, Sabtu malam (4/12).

"Dampak pandemi Covid-19 yang berlangsung kurang lebih setahun ini sangat mempengaruhi berbagai kegiatan, karena adanya pembatasan kegiatan untuk berkumpul secara fisik. Tapi bukan hanya dialami oleh GEBU Minang, juga organisasi lain dan termasuk pemerintah," kata Marwan Paris saat itu.

Walaupun adanya pembatasan kegiatan dalam masa pandemi, dia menyampaikan bukan berarti GEBU Minang vakum, berbagai kegiatan organisasi terus berjalan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di masa pandemi.

Baca Juga

Sebaliknya, konsolidasi organisasi, pembentukan kepengurusan wilayah dan kepengurusan daerah terus dilakukan dalam upaya untuk mendorong percepatan pelaksanaan program kerja GEBU Minang kedepannya,

"Ini karena eksistensi pengerakan kegiatan GEBU Minang sangat ditentukan oleh wilayah dan daerah seluruh Indonesia. Pihak DPP akan mewadahi pergerakannya," ujar Marwan Paris lagi.

Selain mempercepat pembentukan pengurus wilayah dan daerah, DPP juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti peristiwa kebakaran Pasar Senen Jakarta, misi kemanusiaan di Papua, dengan memberikan bantuan yang cukup besar dan termasuk proses pemulangan warga minang yang ada di Papua oleh Ketua Umum Bapak Oesman Sapta.

Rapenas yang dibuka langsung Waktum, Marwan Paris itu bertajuk "Dengan Semangat Kebersamaan Kita Songsong Musyawarah Nasional GEBU Minang".

Rapenas yang berlangsung satu hari, berjalan sangat dinamis, peserta Repenas yang terdiri dari Ketua, sekretaris Wilayah Gebu Minang se Indonesia, Pengurus DPP Gebu dan Ketua Dewan Pituo, Prof Dr Emil Salim dan undangan lainnya.

Ketua Dewan Pituo DPP GEBU Minang, Emil Salim, dalam sambutannya melalui virtual zoom, mengingatkan arti penting kelahiran GEBU Minang ini sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang dinilai cukup punya andil besar dalam membangun hubungan ranah dan rantau melalui Gerakan Seribu Minang.

Emil Salim, juga secara selintas menceritakan historis organisasi ini yang bermula dari permintaan traktor tangan oleh seorang petani kepada Presiden Soeharto dalam acara Pekan Penghijauan Nasional di Aripan, Kabupaten Solok tahun 1983.

"Saat itu Presiden Soeharto mengusulkan banyak mesin bajak yang bisa didapat jika para perantau Minang yang bermukim di seantero dunia mau menyumbang seribu rupiah saja," papar Emil Salim.

Dirinya melanjutkan, setelah orang Minang melewatkan beberapa kali pesta budaya dan pekan budaya dengan pendanaan yang sebagian besar berasal dari dana negara, akhirnya tahun 1989 resmi didirikan organisasi Gebu Minang dengan segala atribut organisasi lainnya.

Tokoh kunci yang meluncurkan nama GEBU Minang saat itu adalah Emil Salim, Bustanil Arifin, Harun Zain dan lain sebagainya. Organisasi ini muncul dengan cita-cita besar.

"Bantuan masin bajak traktor tangan menjadi terlalu kecil untuk dilakukan. Mulailah cita-cita klasik masyarakat Minangkabau diusung "mambangkik batang tarandam". ujar Emil Salim. (*)

Komentar