Yanuk Sebut Penyelenggaraan Pemilu 2024 Berbeda

Metro- 09-12-2021 16:18
Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani berikan penjelasan menyangkut pelaksanaan pemilu 2024 dalam rakor yang diadakan KPU Sumbar bersama parpol dan stake holdes di salah satu hotel di Padang, Kamis (9/12). (Foto : Arzil)
Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani berikan penjelasan menyangkut pelaksanaan pemilu 2024 dalam rakor yang diadakan KPU Sumbar bersama parpol dan stake holdes di salah satu hotel di Padang, Kamis (9/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani menyebautkan penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang berbeda pemilu tahun sebelumnya.

Ini disampaikan Yanuk kepada partai politik dan stake holder ketika KPU Sumbar menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan pemilihan umum 2024, di salah satu hotel di Padang, Kamis (9/12).

"Hingga saat ini kapan tanggal dan bulan pastinya pemilu 2024 itu dilaksanakan masih dalam tahap pembahasan. Dari sisi KPU, mengusulkan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Legislatif sekitar bulan Februari 2024 nanti,"kata Yanuk.

Baca Juga

Sejalan dengan usulan itu, Yanuk menerangkan KPU merasa perlu melakukan persiapan mulai dari pratahapan, tahapan, hingga pascatahapan.

Dia menyebutkan, KPU Sumbar berterima kasih kepada pemerintah daerah, forkopimda, parpol, dan seluruh jajaran masyarakat, atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Pemilihan Serentak 2020.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumbar, Amnasmen, menyampaikan, Pemilu 2024 menjadi tantangan baru bagi KPU Sumbar. Selain Pemilu Presiden dan Legislatif juga diselenggarakan pemilihan serentak kepala daerah pada tahun yang sama.

"Ini pengalaman baru lagi bagi KPU. Kita harapkan hasilnya tidak beririsan atau berbenturan antara pemilu dengan pilkada ini. Sebab, akan berdampak pada KPU, Parpol, dan lembaga lainnya," ujar Amnasmen.

Dirinya juga mengatakan, jika pemilu dilaksanakan Februari 2024, maka paling kurang tahapannya 20 bulan. Artinya, tahun 2022 tahapan pemilu tersebut sudah dimulai.

"Paling awal, tentu pendaftaran dan verifikasi parpol yang akan ikut Pemilu. Selain itu, KPU Sumbar setiap bulan juga memutakhirkan daftar pemilih yang disebut daftar pemilih berkelanjutan. Hal ini untuk melihat kondisi riil dan potensi-potensi yang bakal terjadi dalam pemilu 2024 nanti," ungkapnya.

Komentar