PHRI Pertanyakan Aturan Anggota Dewan Razia di Hotel

Ekonomi-66 hit 02-02-2020 16:45
(Foto: antara)
(Foto: antara)

Penulis: Administrator | Editor:

Padang, Arunala - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran menyatakan PHRI mempertanyakan prosedur dan aturan terkiat salah seorang anggota dewan lakukan razia di salah satu hotel berbintang di Kota Padang baru-baru ini.

"Terus terang tidak pernah kami temukan aturannya baik di undang-undang, PP dan Permendag serta bahkan di Perda atau Perwako, bahwa anggota legislatif dapat merazia hotel, dan ini merupakan hal baru bagi kami ada salah seorang anggota DPR RI yang bisa langangsung razia ke hotel," kata Maulana Yusran akrab disapa Alan ketika dikonfirmasikan wartawan.

Menurut Yusrab, pemberitaan di Medsos tentang adanya anggota dewan yang razia di Hotel, tanpa disadari telah merusak image destinasi.

Baca Juga

"Tolong beri kami dasar hukumnya dan kasih kami contoh yang baik untuk memahami situasi ini," sebut dia.

Para pelaku pariwisata bukan bekerja untuk menciptakan kemaksiatan karena itu bukan tujuan. Justru sebaliknya, mereka ingin maksiat diberantas agar image destinasi menjadi baik dimata para traveller," ungkap Yusran lagi.

Alan menyebutkan, Sumbar merupakan destinasi wisata baik keluarga, perorangan atau kelompok. Daerah ini memiliki potensi alam, budaya serta kuliner. Dan Sumbar juga terkenal dengan kenyamanan, karena tidak pernah ada perpecahan diantara masyarakatnya seperti di daerah lain.

"Untuk itu kami pelaku pariwisata selalu bekerjasama dengan pemerintah agar keinginan kami dapat terwujud,bantu kami untuk membangun Sumbar," kata Maulana Yusran. (dyz)

Komentar