Suhatri Bur Beri Ruang Pengembangan Adat

Metro- 12-01-2022 23:17
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur melantik pengurus baru LKAAM Padangpariaman periode 2021 - 2026, Rabu (12/1). (Dok : Istimewa)
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur melantik pengurus baru LKAAM Padangpariaman periode 2021 - 2026, Rabu (12/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala - Kepengurusan baru Kepengurusan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Padangpariaman periode 2021 - 2026 resmi dikukuhkan Bupati Suhatri Bur selaku pucuak undang LKAAM kabupaten itu.

Pengukuhan dilakukan dalam upacara Pati Ambalau itu dilangsungkan bersamaan dengan rangkaian dari peringatan hari jadi ke-189 tahun kabupaten ini, di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang, Rabu siang (12/1).

"Niniak mamak di kabupaten ini dalam koordinasi LKAAM, dan jadi garda terdepan mengawal visi dan misi daerah. Sebagaimana tema dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman tahun ini, "Kita sehat, Ekonomi bangkit menuju Padangpariaman Berjaya"," ungkap Suhatri Bur dalam pelantikan pengurus LKAAM Padangpariaman itu.

Baca Juga

Walaupun demikian, dirinya menekankan peran niniak mamak tidak terlepas dari kebersamaan menyukseskan visi dan misi daerah itu secara keseluruhan.

Suhatri Bur menyampaikan, kunci untuk menyukseskan visi misi itu terletak pada aspek ke empat dari kata Berjaya, yang terdiri dari Unggul Berkelanjutan, Religius, Sejahtera dan Berbudaya.

"Makna Berbudaya disini, tentunya pemkab akan berikan perhatian khusus terhadap nilai-nilai budaya dan menyediakan ruang bagi pengembangan adat istiadat yang menjadi ranah niniak mamak," ungkap Suhatri Bur yang bergelar adat Datuak Putiah ini.

Dia juga mengatakan, di Kabupaten Padangpariaman istilah Nan Tujuah Tumpuak terdapat enam Kelarasan. Dengan catatan, khusus Kelarasan Pariaman Sabatang Panjang yang telah menjadi LKAAM tersendiri. Enam Kelarasan sebagai gabungan kecamatan itu terdiri dari LKAAM Kelarasan XII Koto, Kelarasan V Koto, Kelarasan VII Koto.

Kemudian Kelarasan 2 - 11 Anam Lingkuang, Kelarasan Lubuak Aluang dan LKAAM Kelarasan Nan Sabaris.

"Sehubungan dengan KAN dalam kedudukannya sebagai akar organisasi ninik mamak, mestinya terdapat hanya 43 KAN. Sedangkan 60 nagari lainnya tergabung kepada 43 KAN yang ada didalam naungan beberapa Peraturan daerah (Perda) Sumbar," ucap Suhatri Bur lagi.

Dia melanjutkan beberapa Perda yang ada itu yakni Perda Sumbar No.13 Tahun 1983. Kemudian Perda Sumbar No.7 Tahun 2007 yang juga mengisyaratkan, bahwa 543 nagari di Sumbar atau 43 nagari di Kabupaten Padangpariaman, mestinya dikukuhkan menjadi Nagari Adat sebagai satu kesatuan masyarakat hukum adat.

Sedangkan, Ketua LKAAM Padangpariaman yang baru, Zainir Koto, S.T. Datuak Rangkayo Mulie mengatakan, dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat, terutama terkait tupoksi dan rencana tiap bidang serta nantinya juga diadakan rapat paripurna dari kepengurusan baru LKAAM Padangapriaman.

"Selama periode kepengurusan kami, LKAAM Padangpariaman hendaknya dapat menggali dan mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai adat dan budaya untuk generasi penerus bangsa. Untuk itu, mari bersama menggali dan menjalankan amanah yang telah diberikan," harapnya.

Komentar