Gubernur Sumbar Dukung Program Taksonomi Hijau Indonesia

Metro- 20-01-2022 19:25
Presiden Jokowi resmi meluncurkan program Taksonomi Hijau yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (20/1). (Dok : Istimewa)
Presiden Jokowi resmi meluncurkan program Taksonomi Hijau yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (20/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan program Taksonomi Hijau yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam acara ini turut hadir Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah secara daring, bertempat di ruang Studio Vidcon Istana Gubernuran, Kamis (20/1).

Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, menyampaikan pihak telah merampungkan pembentukan Taksonomi Hijau yang nantinya akan digunakan sebagai pedoman penyusunan kebijakan untuk memberikan insentif di bidang ekonomi hijau

Wimboh juga mengatakan, pertumbuhan pasar modal Indonesia sudah kembali pulih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSGM) bahkan sudah melampaui level bahkan sebelum pandemi.

Baca Juga

"Dengan berbagai kebijakan, pasar modal sudah mulai bangkit seperti sebelum Covid-19 bahkan lebih tinggi. Indeks harga saham telah mencapai 6.693,40 per 14 januari 2022 angka ini jauh meningkat levelnya dari sebelum pandemi," ungkapnya.

Hal Ini menunjukkan bahwa prospek fundamental ekonomi Indonesia sudah bagus dan ditunjukkan oleh PDB yang sudah lebih baik. Wimboh juga mengatakan IHSG sempat mencapai level terendah pada 24 Maret 2020 lalu yaitu berada di sekitar 3.900.

Pada kesempatan ini juga, Presiden Joko Widodo mengatakan, hingga saat ini indikator perekonomian Indonesia terus mengalami perbaikan. Di samping itu, ia pun sepakat sistem keuangan harus tetap terjaga dengan baik, guna mencegah dinamika kehidupan yang tidak pasti seperti kelangkaan pangan, inflasi, kenaikan pangan.

"Tahun 2022 akan menjadi momentum (pemulihan ekonomi) oleh karena itu, Kebijakan dan instrumen pengawasan yang dikeluarkan OJK, harus mampu mencegah meluasnya dampak pandemi Covid-19, khususnya terhadap perekonomian dan sektor keuangan serta dapat membantu sektor UMKM agar dapat membantu tumbuh melahirkan inovasi," imbuh beliau.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, usai peluncuran menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas program Taksonomi Hijau Indonesia. Menurutnya, dokumen ini sangat perlu disegerakan guna mendukung green economy dan memfasilitasi sektor usaha ramah lingkungan yang berhak mendapatkan pembiayaan hijau.

Turut hadir dalam acara ini, seluruh anggota Dewan Komisioner OJK, Anggota DPR/MPR, pimpinan kementerian dan lembaga negara, pimpinan lembaga Industri Jasa Keuangan (IJK), dan pemangku kebijakan strategis lainnya. (*)

Komentar