Kodim 0311/Pessel Dapat Apresiasi dari KPHL-BB

Metro- 05-02-2022 18:38
Kayu olahan yang ditemukan jajaran Kodim 0311/Pessel di sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel, Sabtu (29/1) lalu. (Dok : Istimewa)
Kayu olahan yang ditemukan jajaran Kodim 0311/Pessel di sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel, Sabtu (29/1) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Snm

Painan, Arunala - Pihak pengelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan (KPHL-BB) Dinas Kehutanan Sumbar akan meningkatkan kerjasamanya dengan Kodim 0311/ Pessel.

Ini dilakukan setelah pihak Kodim 0311/Pessel berhasil menemukan tumpukan belasan kubik kayu olahan yang diduga dari aksi ilegal logging di aliran sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel, Sabtu (29/1) lalu.

Adanya peningkatan kerjasama pengawasan hutan di Pessel, khususnya di lokasi ditemukannya belasan kubik kayu olahan tak bertuan itu dibenarkan Dandim 0311/Pessel, Letkol Inf Moch Suherli.

Baca Juga

"Saya sudah lakukan pertemuan dan membicarakan tentang adanya dugaan aksi ilegal logging di kawasan Mandeh dengan pihak UPTD KPHL-BB beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu juga dibahas bagaimana solusi mengatasi aksi ilegal logging itu di sana," kata Moch Suherli kepada media di Painan, Sabtu (5/2).

Dandim ini menyampaikan, ada beberapa rencana aksi yang akan dilakukan di Mandeh itu, diantaranya sosialisasi tentang larangan dan aturan ilegal logging, pembahasan tentang wilayah hutan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selain itu, imbuh Moch Suherli, ada juga aksi pemberdayaan masyarakat melalui program pemerintah sebagai solusi yang bisa dilakukan melalui pertanian, perikanan, perkebunan, membuat komitment masyarakat untuk tidak melakukan ilegal logging.

"Dan yang penting lagi, pihak UPTD KPHL-BB memberikan apresiasi pada jajaran Kodim 0311/Pessel, yang telah mendukung kelestarian hutan dan pencegahan ilegal logging," ujar Moch Suherli lagi.

Menyinggung perkembangan kasus kayu temuan itu, Moch Suherli menyebutkan, kini prosesnya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari UPTD KPHL-BB.

"Sementara barang bukti kayu yang kami temukan ada tiga kubik di Makodim 0311/Pessel, dan untuk 10 kubik kayu lagi sampai saat ini masih berada di lokasi," terang Moch Suherli.

Terpisah, Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP), Pessel, Mario Rosy mengharapkan dalam pengusutan kayu tidak bertuan di Mandeh itu dilakukan secara transparan.

"Posisi FJKIP Pessel jelas akan mengawal proses pengusutan aksi ilegal logging itu," kata Mario.

Komentar