Tanpa KTP Padang, Warga Luar Dilarang Masuk Kota

Metro-1086 hit 11-05-2020 20:04
Petugas Pos Protek Anak Aia memperlihtkan KTP atau SIM warga pendatang yang ingin masuk Kota Padang, Minggu (10/5). (Dok : Diskominfo Padang)
Petugas Pos Protek Anak Aia memperlihtkan KTP atau SIM warga pendatang yang ingin masuk Kota Padang, Minggu (10/5). (Dok : Diskominfo Padang)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Pemko Padang bertegas-tegas pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua ini. Bagi warga yang ingin masuk Kota Padang tapi tidak memiliki KTP maupun SIM Kota Padang, dilarang masuk kota.

Seiring dengan kebijakan itu, Pemko Padang juga makin perketat pengawasannya terhadap kendaraan di empat titik perbatasan masuk Kota Padang seperti di Anak Aie, Kayu Kalek, Bungus, serta Lubuak Paraku.

"Bagi yang tak membawa tanda pengenal seperti KTP maupun SIM asal Kota Padang, diharuskan memutar balik kendaraannya alias tak boleh masuk Padang," ungkap Komandan Pos Protek Anak Aie melalui petugas Komunitas Siaga Bencana (KSB), Afrianto Khatib saat ditemui Arunala.com di Posko Anak Aie, Minggu (10/5).

Baca Juga

Menurut Afrianto, empat posko protek yang didirikan Pemko Padang itu mengharuskan setiap pengendara dan penumpang yang datang ke Padang memperlihatkan tanda pengenalnya.

Dia menjelaskan, sejak PSBB jilid dua diberlakukan, diperkirakan dalam sehari sekitar 1.000 lebih kendaraan berbagai ukuran yang masuk ke Kota Padang. Ketika jalani pemeriksaan di pos.

Setiap pengendara dan penumpang diharuskan turun dan mengecek suhu tubuh. Termasuk memperlihatkan tanda pengenal.

"Sekitar 20 hingga 30 kendaraan yang suruh balik setiap hari karena tanpa tanda pengenal asal Kota Padang," jelasnya.

Afrianto menyebut, hanya mereka yang ber-KTP Padang yang dibolehkan masuk Padang. Bagi mereka yang berasal dari luar Padang dan bekerja di Padang diharuskan mengantongi surat tugas dan diperlihatkan ke petugas posko.

"Bagi pendatang, diharuskan meninggalkan KTP dan tanda pengenal lainnya di posko. Tanda pengenal dapat diambil kembali ketika keluar dari Padang," sebut Afrianto.

Pada PSBB jilid II ini Kota Padang bertekad terhindar dari virus corona.

Tidak ada lagi warga terpapar Covid-19. Dengan melakukan pembatasan dan pengetatan bagi yang masuk Padang diharapkan dapat memutus mata rantai virus tersebut.

Komentar