Apkasi Edukasi Para Guru di Kota Pariaman

Metro- 04-02-2022 14:52
Sekko Pariaman, Yota Balad tukar cinderamata dengan pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli didampingi staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah, di Kota Pariaman, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)
Sekko Pariaman, Yota Balad tukar cinderamata dengan pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli didampingi staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah, di Kota Pariaman, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang diwakili oleh pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli dan staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) adakan audiensi di Kota Pariaman, Jumat (4/2).

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat wali kota tersebut disambut Sekretaris Kota (Sekko) Pariaman, Yota Balad. Turut hadir juga Kepala BPKPD Kota Pariaman, Buyuang Lapau, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Yurnal beserta OPD terkait.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi Pemko Pariaman dikunjungi oleh Dewan Pembina Apkasi beserta rombongan. Kota Pariaman adalah salah satu dari ratusan kabupaten dan kota yang dikunjungi dalam rangka penyampaian Program Unggulan di Bidang Pendidikan untuk peningkatan Mutu Guru dan SDM di daerah," ujar Yota Balad.

Baca Juga

Yota Balad juga menyampaikan program unggulan Pemko Pariaman "Satu Keluarga Satu Sarjana" (Saga Saja) mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan telah meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Jokowi.

"Program Saga Saja ini berawal dari perhatian walikota pariaman terhadap kondisi masyarakatnya yang miskin, dimana keadaan tersebut menjadi lingkaran setan kemiskinan," terangnya.

"Program ini merupakan pemberian beasiswa kepada keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (vokasi). Biaya mencakup biaya kuliah dan juga biaya hidup selama kuliah ," sambungnya.

Menurut Perwako Nomor 35 tahun 2019, lanjut Yota, tujuan program Saga Saja ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman, dan salah satu cara untuk memberantas kemiskinan di kota itu. Adapun sumber dananya yaitu dari APBD Kota Pariaman, Baznas Kota Pariaman dan sumber lain yang tidak mengikat (CSR).

Kemudian, kota ini juga punya program pendidikan wajib belajar 12 tahun untuk SD dan SMP, sedangkan untuk tingkat SMA, pemko memberikan subsidi dari dana bantuan keuangan khusus (BKK) ke Pemprov Sumbar.

Sementara itu, dewan pembina Apkasi, Shokhiatulo Laoli mengatakan, Apkasi mempunyai program unggulan di bidang pendidikan yaitu program peningkatan mutu guru dan SDM di daerah.

"Program ini berbentuk pelatihan guru maupun SDM yang dikemas kreatif dan inovatif untuk mendukung kecakapan guru dan SDM daerah dalam mengajar menyenangkan maupun berkomunikasi aktif berbahasa Inggris. Program ini, kami pandang sangat berguna bagi daerah untuk tingkatan kompetensi guru, yang pada akhirnya dapat membangun daerah," jelas Laoli.

Dia menyebut, sejak diluncurkan pada 2011 lalu, program ini telah melatih lebih dari 160.000 guru pada 180 kabupaten dan kota di Indonesia. Dari testimoni peserta yang mengikuti program ini, mereka sangat antusias dan sangat berharap program ini dapat dilaksanakaan bagi guru dan SDM di seluruh negeri.

"Program peningkatan mutu guru dan SDM di daerah tersebut berupa program peningkatan mutu guru Matematika dengan cara menyenangkan,Smart Teachingdan Bahasa Inggris, program peningkatan SDM bidang Bahasa Inggris dan Keuangan, serta Team Building," terang Laoli lagi.

Pada kesempatan yang sama, Staf ahli bidang pendidikan dan kesehatan, Himmatul Hasanah menyampaikan beberapa program unggulan Apkasi di bidang pendidikan, antara lain program peningkatan mutu guru, program peningkatan Imtak, dan training tata kelola pendidikan di luar negeri, serta dan program peningkatan literasi pendidikan. Program tersebut didedikasikan kepada guru dan sumber daya pimpinan perangkat daerah.

"Untuk para guru dan SDM daerah, Apkasi mempunyai metode unggulan khususnya bahasa Inggris, yakni dalam 3 hari sudah bisa berbahasa Inggris. Program cepat berbahasa Inggris ini sudah dimulai sejak 2--3 tahun belakangan dan sudah disosialisasikan di beberapa daerah di Indonesia ," papar Himmatul Hasanah.

Sinergi Apkasi-YPAN dengan Pemko Pariaman adalah langkah kecil bagi peningkatan pendidikan di Indonesia.

Komentar