Maman Sudarman Ketua PB PWS Sumbar yang Baru

Metro- 27-03-2022 11:29
Gubernur Mahyeldi saat mengukuhkan dan melantik pengurus PWS Sumbar dan kabupaten kota, Minggu (27/3). (Foto : Arzil)
Gubernur Mahyeldi saat mengukuhkan dan melantik pengurus PWS Sumbar dan kabupaten kota, Minggu (27/3). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengukuhkan dan melantik pengurus besar dan pengurus daerah Paguyupan Warga Sunda (PWS) se kabupaten kota di Sumbar untuk periode 2021-2026.

Pada acara pengukuhan pengurus itu yang diadakan di aula gubernuran, Minggu pagi (27/3) itu, Mahyeldi disambut dengan upacara adat Sunda, bahkan Mahyeldi yang hadir saat itu terlihat sedikit berbeda, karena penampilan orang nomor 1 di Sumbar itu terlihat mengenakan pakaian pria adat Sunda.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menyampaikan antara Sumbar (Minang) dan Jabar (Sunda) ada sejumlah kesamaan baik itu agama maupun filosofi budayanya.

Baca Juga

"Ini menjadikan keberadaan warga Sunda di Sumbar, terasa tidak asing lagi, sehingga sangat cepat terjadi pembauran antar dua etnis ini," kata Mahyedi.

Tidak cuma itu, Mahyeldi juga sebutkan, Sumbar dan Jabar bisa dikatakan jadi penyatu bangsa Indonesia.

"Ini terlihat pada masa kemerdekaan RI tepatnya masa PDRI, dimana presidennya waktu itu Mr Syafruddin Prawiranegara yang berasal dari Sunda (Jabar), sedangkan tempat pemerintahan PDRI ada di Sumbar, sehingga bisa dikatakan Sumbar dan Jabar jadi penyambung nyawa bangsa Indonesia kala itu walau hanya berlangsung selama sekitar 207 hari," ucap Mahyeldi.

Dirinya juga mengatakan, sampai saat ini warga Sunda di Sumbar bisa dikatakan warga yang populasinya nomor dua di Sumbar, karena mereka berdomisili di berbagai kabupaten kota di Sumbar ini.

Lebih dari itu, Mahyeldi mengaku sejauh ini dirinya belum mendapati yang kabar kurang baik dari warga Sunda yang ada di Sumbar.

Ini membuktikan bagusnya pembinaan PWS Sumbar terhadap warganya di Sumbar.

Di sisi lainnya, Mahyeldi menyampaikan dengan adanya sejarah yang panjang itu, semoga penyatuan dan sinergi dari dua etnis ini makin menguatkan hubungan dan kedekatan sehingga menyatu dalam membangun daerah.

Untuk diketahui, lanjutnya, warga Sunda di Sumbar banyak bergerak di sektor pertanian dan UMKM, dan ini sejalan dengan salah satu visi dan misi Pemprov Sumbar yang ingin memajukan sektor pertanian dan UMKM itu.

"Semoga warga Sunda ini lebih sukses ke depannya, serta nyaman dan menjadikan Sumbar seperti di kampung sendiri," akhir Mahyeldi.

Sedangkan ketua pengurus besar PWS Sumbar, Maman Sudarman mengatakan dari data Dukcapil Sumbar yang dia dapat, diketahui ada sekitar 60 ribuan warga Sunda yang ada di Sumbar.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Gubernur Sumbar atas keberadaan PWS Sumbar ini.

Kemudian dia minta segenap pengurus PWS untuk bangun kerjasama dan bangun komunikasi efektif antar sesama pengurus, sebab ini jadi kata kunci dalam jalankan paguyupan Sunda di Sumbar.

"Tidak itu saja, kami dari pengurus besar PWS Sumbar juga buat program kerja dan rencana pada Mei ini, segera menyusul pengukuhan pengurus paguyupan di Mentawai," ujar Maman.

Mengenai banyaknya etnis Sunda bergerak di sektor pertanian dan UMK, Maman dan pengurusnya buat program kerja paguyupan yang menitikberatkan pada dua sektor itu.

"Kami bahkan punya rencana aka berikan bantuan kepada kelompok yang bergerak di sektor pertanian dan UMKM itu, ada dalam bentuk bantuan sapi dan juga ternak lainnya dan juga bisa usaha lainnya untuk sektor UMKM," kata Maman Sudarman.

Komentar